Announcement

Collapse
No announcement yet.

IX Fakta Unik Kicaumania Cup IX

Collapse
X
Collapse

  • IX Fakta Unik Kicaumania Cup IX


    JAKARTA (KM) - Lomba burung berkicau Kicaumania Cup IX di Taman Wiladatika, Cibubur, Minggu 27 Desember 2015 sebagai hajatan tahunan komunitas penghobi burung berkicau terbesar di Indonesia www.kicaumania.or.id (KM) sudah berlalu. Event penutup tahun 2015 ini digelar sebagai ajang silaturahmi sekaligus kaderisasi dan reorganisasi KM yang kini menginjak usia 9 tahun.


    Lomba Nasional Non Teriak

    Konsep lomba tanpa teriak sebenarnya sudah menjadi tradisi KM dalam menggelar lomba burung berkicau. Namun pada kenyataannya, hal tersebut belum terwujud dengan sempurna selama ini. Masih saja terdengar teriakan-teriakan dari pelomba walaupun tidak signifikan. Namun bukan KM namanya bila berputus asa, inovasi dan sistem terus diciptakan untuk bisa mencapai lomba non teriak yang dicita-citakan selama ini.


    Kelas utama Murai Batu

    Perlu diketahui, bahwa panitia dan peserta lomba burung sepakat menggunakan jasa juri. Maka dari itu sudah seharusnya bersama-sama mengawasi kinerja juri, bukan saling menyalahkan ketika kinerja juri tidak maksimal. Karena itu, panitia akhirnya memutuskan untuk melibatkan peserta lomba untuk turut mengawasi kinerja juri lebih dekat.

    Adapun poin-poin tambahan yang diterapkan panitia Kicaumania Cup IX antara lain, hanya satu orang yang diperbolehkan memasuki arena lomba untuk menggantangkan burungnya. Hanya peserta pemegang tiket saja yang duduk di kursi sesuai nomer gantangan yang disediakan panitia di dalam lapangan.

    Lomba mempersilakan dua peserta/sukarelawan (enam sukarelawan khusus kelas Love Bird) untuk mendampingi juri saat penilaian. Peserta dilarang melakukan protes saat lomba sedang berlangsung karena panitia menyediakan waktu dan tempat khusus untuk menyampaikan protes.


    Kelas utama Love Bird

    Panitia membatasi jumlah gantangan maksimal 60 gantangan dan 40 gantangan khusus kelas Love Bird. Hal ini agar mengurangi beban juri dan lebih memaksimalkan pemantauan juri dan peserta lomba terhadap kinerja burung. Mengingat lomba maksimal 60 gantangan dan khusus kelas Lovebird maksimal 40 gantangan, pemenang hanya diambil maksimal 10 burung.

    Dengan menerapkan sistem lomba seperti ini, terbukti menghasilkan lomba yang benar-benar tanpa teriak. Kicauan burung benar-benar terdengar sangat jelas dan merdu, perbandingan kualitas burung juga nampak jelas karena tidak terganggu suara-suara teriakan. Peserta yang melakukan protes pun dilakukan dengan sopan dan santun serta bisa menerima penjelasan dari Korlap yang dimediasi oleh panitia.


    Senior KM yang setia membimbing panitia Kicaumania Cup IX

    Panitia Minim Pengalaman

    Di akhir kepengurusan KM periode 2013-2015 ini merupakan momen yang tepat untuk memperkuat organisasi dengan memberikan kaderisasi generasi baru. Sehingga, para senior yang ada di KM dengan iklas memberikan peluang kepada generasi muda untuk menjalankan lomba tahunan KM ini. Sebagai Ketua Panitia adalah Andy Hanafi (Andy Han) berduet dengan Giri Prakosa (Giriondeadline) sebagai Ketua Pelaksana. Dalam jajaran panitia inti ada member-member KM yang masih muda antara lain Rizky Adif Hartani (Rizky_Adif), Devi Andriyana (Depi), Dwi Bayu Pangeran (Bayu Pang), Adnan Fathony (Ghifary Thony), Sudiro (Jibriel), Achmad Mulyantoro (Uwo).

    Mereka semua bisa dibilang sangat minim pengalaman dalam mengelola lomba burung berkicau. Namun demi kaderisasi dan reorganisasi, tentu saja dengan bimbingan para senior seperti Tony Utomo (Tony Music), Ali Nursojo (N1L4), Danang Herwianto (Penthol), Theja Sanjaya (Theja), Burhanudin Safei (Burhan), Purwadi Blankon (Ndoro Agung) dan lainnya, akhirnya lomba burung berkicau Kicaumania Cup IX berjalan sesuai dengan harapan.

    Panitia mengakui mengalami sedikit kerugian materi dalam gelaran lomba tersebut. Namun bila dibandingkan dengan poin-poin yang dicapai, kerugian materi tersebut sama sekali tidak berarti. Capek dan stress terbayar sudah dengan jalannya lomba yang lancar dan tertib, peserta puas dengan sistem lombanya, dan bukan bermaksud sombong, testimoni-testimoni yang ada di media sosial juga semuanya positif.

    Sistem lomba ini diharapkan bisa diterapkan di event-event KM berikutnya. Karena dalam 2016, KM akan punya hajatan Duta KM Cup IV, KM Banten Cup, KM Jabar Cup, KM Jateng Cup, KM Jatim Cup, dan kemungkinan juga ada KM Sumatera Cup.


    Dijuarai Pelomba Akar Rumput

    Sudah bukan rahasia lagi bila di gelaran lomba besar burung berkicau daftar juaranya selalu diisi nama-nama mentereng atau yang biasa kita sebut "Bos". Bahkan tidak jarang pula daftar juara I-5 hanya diisi 2 nama yang secara misterius menggantikan nama pemilik burung juara sebenarnya.

    [SPOILER="Juara Kicaumania Cup IX"]



    [/SPOILER]

    Di Kicaumania Cup IX, hampir semua kelas dijuarai oleh pelomba yang bukan seorang Bos. Sebut saja Love Bird "Kampret" milik Giva Givi (Kembar SF), Murai Batu "Sexy" milik Tedy/Yanto dari Taruna BC, Cucak Hijau "Baday" milik Didi/Udin dari Selon Team, Kenari "Hawkeye" milik Indra dari Al Assoy Team, Kacer "Ki Daud" milik H Atung dari RTM Depok, dan banyak lagi.

    Selain itu juga ada Murai Batu "Jet Lee" milik Mr Martin dari Rosa SF Jatibarang, Love Bird "Cendol" milik Mr One BF dari Embun Pagi, Kenari "Goendala" milik Baim dari Box Bonceng, Kacer "Pedrosa" milik Riki dari Bozonk, dan tak ketinggalan jawara Pleci "Hercules" milik Anton Tegal dari Cipinang dan Pleci "Suparman" milik Ichsan dari Duta JPC 220 Volt.


    Love Bird "Kampret" Naik Podium 6 Kali

    Bila selama ini kicau mania terus membicarakan persaingan Love Bird "Kusumo" dan "Jalal", sudah saatnya mendapat hiburan baru dari Love Bird "Kampret" milik Giva-Givi dari Kembar SF. Kedatangan Kampret ketengah ramainya lomba membuat heboh para pecinta paruh bengkok, kehadirannya sangat mencengangkan para kicau mania. Di Kicaumania Cup IX, Kampret meraih 6 kali juara pertama dan sekali juara 2 serta menjadi bintangnya di kelas Best of The Best.


    Love Bird "Kampret" milik Giva-Givi dari Kembar SF

    Kembar SF merupakan tim asal Bekasi mulai berkibar, dengan amunisi Love Bird Kampret, semakin melejitkan namanya. Love Bird fenomenal ini sejak digantang langsung ngedur, terlebih banyak sekali point plus saat Kampret berlaga, gaya yang seperti Anis Merah sedang teler, ditambah irama ngekek yang indah dan kasar membuat para Love Bird lovers sangat menikmati penampilannya.

    Durasi tanpa jeda diperlihatkannya di 7 kelas yang berbeda, semakin memanas semakin stabil penampilannya. Nama Kampret sekarang menjadi perbincangan, jangan heran namanya kini mulai memenuhi daftar juara di semua media.

    "Lomba Kicaumania Cup IX lomba yang sangat istimewa, tidak ada protes dan teriakan dari semua peserta, lomba yang tertib dan lancar sangat dinikmati oleh seluruh peserta lomba, itu menjadi point plus tersendiri membuat semua pemain bisa memilih burung-burung yang layak sebagai juaranya," ujar Giva-Givi.


    Murai Batu "Sexy" Perkasa di 4 Kelas

    Murai Batu Sexy milik Tedy/Yanto dari Taruna BC memang harus diakui burung yang kenyang akan prestasi, turun secara marathon di empat kelas berbeda, CPP Classic, Voer Kicau Master, Om Kicau, dan Benelux, semua juara 1 disabetnya. Tidak hanya itu, bahkan di kelas Best of The Best Sexy masih bertengger di urutan teratas.


    Murai Batu "Sexy" milik Tedy/Yanto dari Taruna BC

    Sexy langsung tampil mengebrak dengan lagu-lagunya yang bervariasi dan tembakannya yang berkelas. Kelas Murai Batu yang rata-rata full gantagan semuanya berhasil ditaklukkan. Lagu tembakan pasih dan mencolok, begitu juga dengan kinerja, ia tuntaskan dari awal sampai akhir lomba, terus tampil agresif. Dengan penampilan seperti itu, tak ayal para juri indpendent dari berbagai daerah mantap menancapkan bendera merah kepada Sexy.

    Main di empat kelas, tak membuat tenaga Sexy menurun, ia tampil prima dan meraih Quatrik. Sejarah telah terukir di Kicaumania Cup IX, Sexy menorehkan prestasi yang sangat gemilang dengan merebut 4 kali juara pertama secara marathon dalam satu lomba.


    Cucak Hijau "Badai" Tampil Hattrick

    Lomba besar memang selalu mencetak burung-burung besar, persaingan hebat, gengsi tinggi membuatnya burung yang menjawara langsung tersohor dan harganya boleh jadi melambung. Seperti halnya terjadi kepada Badai, Cucak Hijau sarat prestasi dengan kualitas tinggi, mampu mengukir tinta emas di Kicaumania Cup IX.

    Badai turun di 3 kelas berbeda, dengah ketangguhan, stamina prima, dan pengalaman tinggi, burung andalan Udin Selon ini tampil gemilang dan terlihat paling mencolok. Tak heran pada laga-laga awal, para juri terus memantaunya, kelas Voer Kicau Master langsung ditaklukannya.


    Cucak Hijau "Badai" milik Udin Selon

    Udin yang melihat Badai sedang On fire, kembali menurunkannya pada kelas yang sangat ketat persaingnnya, tak lain kelas Om Kicau dan kelas Benelux, dua kelas tersebut diikuti oleh burung-burung cadas sarat juara andalannya Jabar dan Jabodetabek. Lagi-lagi Badai terlihat unggul, sejak awal digantang ia langsung keluarkan lagu tembakan yang keras, kasar dan menekan, tak heran juri langsung memantaunhya.

    Mendapat perlawan sengit dari pesaingnya, tak membuatnya kecut atau turun tanaga, Badai malah menggila, obral lagu tembakan terus diperlihatkan, sampai akhirnya juri memutuskan manjadikan Badai juara pertama di dua kelas ini.

    Maksimal 60 Gantangan, Lovebird 40 Gantangan

    Mengadopsi suksesnya KM Jatim Cup beberapa bulan lalu, sistem maksimal 60 gantangan dan 40 gantangan khusus Love Bird ini akhirnya diterapkan dalam lomba berskala nasional Kicaumania Cup IX dengan tujuan yang sama yaitu memaksimalkan pemantauan juri dan mengurangi beban juri. Selain itu, peserta lomba pun juga lebih mudah membandingkan kualitas burung-burung pesaingnya karena jumlah gantangan yang tidak terlalu banyak.


    Maksimal 60 gantangan

    Seperti diketahui, akhir-akhir ini pelomba kerap protes. Karena itu Kicaumania Cup IX menerapkan strategi ini untuk menekan protes. Protes dewasa ini disebabkan kepercayaan peserta terhadap juri yang mulai berkurang, atau oleh emosional para pelomba yang ingin menang tanpa melihat burung lainnya.

    Di lomba KM, juri dipilih secara acak dari berbagai kota atau bahkan provinsi agar dihasilkan yang mendekati fair play. Peserta juga akan dilibatkan dalam pengawasan lomba dengan menjadi sukarelawan mendampingi juri-juri.


    Maksimal 40 gantangan

    Strategi ini sudah terbukti sukses, penonton tertib dan lomba berjalan dengan lancar tanpa adanya protes dari peserta karena peserta bisa mengawasi kinerja panitia dan juri lebih dekat.


    Kelas BOB Gantikan Juara BC dan SF

    Mengingat lomba dewasa ini yang kerap terjadi kontroversi jual beli poin hanya demi meraih juara umum baik itu Bird Club (BC) atau Single Fighter (SF) yang ujung-ujungnya justru menggerus kerukunan sesama penghobi burung berkicau, maka panitia Kicaumania Cup memutuskan untuk menghapus juara BC dan juara SF dan menggantinya dengan Kelas Best of The Best (BOB).


    Mengingat ini adalah lomba burung berkicau, sudah sewajarnya hanya burung yang berprestasi setinggi-tingginya. Sehingga Kelas Best of The Best merupakan pilihan terbaik dimana kicau mania dapat menyaksikan burung-burung juara menjadi satu bersaing dalam satu gantangan. Sudah tentu ini menjadi hiburan yang sangat menarik dan menjadi tantangan berat bagi para juri untuk menentukan burung terbaik dari yang terbaik.

    Kelas Best of The Best ini sudah tentu akan lebih mengharumkan prestasi burung dan pemiliknya karena prestasi diraih murni dari kualitas burung, bukan dari kekuatan uang untuk membeli poin burung-burung juara milik akar rumput yang terjadi selama ini. Dengan menjuarai kelas bergengsi ini, sudah sewajarnya nilai harga burung menjadi melejit karena kualitasnya.


    30 Kelas Berakhir Pukul 17.00 WIB

    Seperti kita ketahui, lomba burung berkicau skala nasional dewasa ini selalu berakhir hingga malam hari. Di Kicaumania Cup IX, kami berkomitmen dari 30 kelas yang dilombakan harus terlaksana dalam waktu 7 jam. Dan alhamdulillah, target lomba dimulai pukul 10.00 WIB dan berakhir pukul 17.00 WIB dapat tercapai.


    Panitia dan juri saat menutup lomba tepat pukul 17.00 WIB

    Kunci dari ketepatan waktu lomba adalah kedisiplinan panitia dalam memulai lomba, kedisiplinan waktu juri dalam melakukan penilaian dari kelas per kelas, ketegasan panitia dan juri dalam melaksanakan tugasnya, dan peran penting MC yang terus menjaga lomba terus berjalan serta kerja sama peserta lomba yang disiplin saat menggantang burung. Semoga prestasi ini bisa dipertahankan di event-event lomba KM berikutnya.

    • ndoro agung
      #3
      ndoro agung commented
      Editing a comment
      Wihhh ruami bingittttt walahhhhh ane ga ikutan yaaaa hehehehehehe

    • dadsmulyana
      #4
      dadsmulyana commented
      Editing a comment
      Semoga Sukses & Lancar terus Gelaran2an Lomba Burung yang diusung KM dengan berbagai Inovasinya...

      Aamiiin

    • ndoro agung
      #5
      ndoro agung commented
      Editing a comment
      Re: Article: IX Fakta Unik Kicaumania Cup IX

      Ngemeng2 yg punya pin BB spg Nye siape yeeeeeeeeeeeeeeeeeee...
    Posting comments is disabled.

Categories

Collapse

article_tags

Collapse

Latest Articles

Collapse

  • Mengenal Pesaing Branjangan dari Negeri Seberang
    giriondeadline

    JAKARTA (KM) - Semakin sulitnya kicaumania mendapatkan burung Branjangan (Mirafra Javanica) idamannya, yaitu Branjangan Jawa, banyak yang beralih ke burung kerabat Branjangan yang datang dari negeri seberang di antaranya Pailing, Sanma, dan Sonca. Burung-burung Branjangan impor yang sudah mulai mudah ditemui di pasar burung ini menjadi pilihan karena kemampuan berkicaunya tidak kalah dengan Branjangan dalam negeri. Meski tidak terdapat kelas khusus di lomba-lomba burung berkicau, namun Branjangan impor ini bisa diikutsertakan dalam kelas Campuran Import jika dibuka kelasnya. Selain kicauannya yang merdu, Branjangan impor ini juga memiliki gaya eksotis saat berkicau. Ditambah lagi untuk perawatannya juga bisa dikatakan cukup mudah tidak jauh berbeda dengan perawatan burung Branja...
    22 February 2016, 02:34 PM
  • Surat terbuka untuk calon ketua umum km
    giriondeadline


    Dear Calon Ketua Umum KM,

    Sebelumnya saya ingin memastikan, saya menulis SURAT TERBUKA ini bukan bertujuan untuk sok-sokan, atau mencoba menjadi pahlawan kesiangan. Saya menulis SURAT TERBUKA ini murni 100% karena kecintaan saya terhadap organisasi www.kicaumania.or.id (KM). Seperti kita ketahui, bahwa kepemimpinan dan kepengurusan KM periode 2013-2015 sudah berakhir. Namun hingga SURAT TERBUKA ini ditulis, masih belum ada tanda-tanda adanya pemilihan umum atau penunjukkan langsung Ketua Umum KM dari para founder yang memiliki wewenang. Namun, siapapun Calon Ketua Umum KM berikutnya, saya harap iklas dan amanah dalam menjalankan roda kepemimpinan organisasi
    ...
    5 February 2016, 12:24 AM
  • Merindukan Kicauan Tledekan Gunung di Gantangan
    giriondeadline


    JAKARTA, (KM) - Sekitar tahun 2000-an, burung Tledekan atau Sikatan sempat mendominasi arena lomba burung berkicau. Namun saat ini Tledekan sudah dipastikan tersingkir di berbagai lomba burung berkicau. Bahkan di event besar sekalipun, termasuk dalam event Presiden Cup, Valentine PBI Jogja dan Piala Raja, sudah tidak ada kelas Tledekan. Bagi Heri Wok, kicaumania asal Purwokerto, memelihara burung Tledekan memiliki seni tersendiri. Pasalnya, burung Tledekan dari segi fisik memang tidak begitu besar, namun memiliki sifat fighter (petarung). “Mendengarkan suara Tledekan kalau di saat musim penghujan seperti sekarang ini memang merupakan suatu kenikmatan, apalagi suaranya yang klasik akan menggugah perasaan kita untuk suatu keindahan alam pegunungan yang sejuk dan menentramkan,” ujarnya. Jenis Tledekan yang digemari hingga saat ini adalah Tledekan Gunung yang terdiri dari dua jenis yaitu Sikata...
    12 January 2016, 05:32 AM
  • IX Fakta Unik Kicaumania Cup IX
    giriondeadline

    JAKARTA (KM) - Lomba burung berkicau Kicaumania Cup IX di Taman Wiladatika, Cibubur, Minggu 27 Desember 2015 sebagai hajatan tahunan komunitas penghobi burung berkicau terbesar di Indonesia www.kicaumania.or.id (KM) sudah berlalu. Event penutup tahun 2015 ini digelar sebagai ajang silaturahmi sekaligus kaderisasi dan reorganisasi KM yang kini menginjak usia 9 tahun.


    Lomba Nasional Non Teriak

    Konsep lomba tanpa teriak sebenarnya sudah menjadi tradisi KM dalam menggelar lomba burung berkicau. Namun pada kenyataannya, hal tersebut belum terwujud dengan sempurna selama ini. Masih saja terdengar teriakan-teriakan dari pelomba walaupun tidak signifikan. Namun bukan KM namanya bila berputus asa, inovasi dan sistem terus diciptakan untuk bisa mencapai lomba non teriak yang dicita-citakan selama ini.


    Kelas utama Murai Batu
    Perlu diketahui, bahwa panitia dan peserta lomba burung sepakat menggunakan jasa juri. Maka dari itu sudah seharusnya bersama-sama mengawasi kinerja juri, bukan saling menyalahkan ketika kinerja juri tidak maksimal. Karena itu, panitia akhirnya memutuskan untuk melibatkan peserta lomba untuk turut mengawasi kinerja juri lebih dekat. Adapun poin-poin tambah...
    31 December 2015, 04:24 PM
  • Jakarta Cup II: PS3 SF Goncang Kicaumania dengan Lomba Spektakuer
    giriondeadline

    JAKARTA (KM) – Lomba burung berkicau fenomenal Jakarta Cup II 2015 akan dihelat di Tugu Monumen Nasional (Monas) Minggu 20 Desember 2015. Selain memberikan hadiah ratusan juta rupiah, lomba yang digagas Persaudaraan Suara Seirama Selaras Single Fighter (PS3 SF) ini juga menyajikan doorprize sebuah mobil, motor dan hadiah menarik lainnya. Ketua Pelaksana lomba Ji Rico mengatakan, lomba ini juga bertujuan untuk mempromosikan destinasi pariwisata DKI yakni Tugu Monas. Karena dipastikan ribuan kicaumania mengikuti lomba burung berkicau tingkat nasional ini. "Jumlah peserta yang sudah mendaftar sudah mencapai 1.700 peserta yang berasal dari Pulau Jawa, Bali, Sumatera, dan Kalimantan. Kami targetkan bisa 4.0...
    17 December 2015, 04:00 AM
  • Kicaumania Cup IX: Silaturahmi Akbar Untuk Kaderisasi dan Reorganisasi KM
    giriondeadline

    JAKARTA (KM) - Komunitas burung terbesar yang tergabung dalam www.kicaumania.or.id (KM) akan mengadakan hajatan besar tahunannya, yakni Kicaumania Cup IX 2015 di Taman Wiladatika, Cibubur, Jakarta, Minggu 27 Desember 2015. Event nasional penutup tahun 2015 ini mengambil tema “Silaturahmi Akbar www.kicaumania.or.id” dengan visi misi kaderisasi, regenerasi dan reorganisasi. "Kali ini sengaja mengambil tema silaturahmi akbar alasannya ingin memperkuat kembali organisasi KM dan menyatukan kembali para senior atau banisepuh yang menjadi panutan kami generasi baru yang sudah mulai tercerai berai. Selain itu tentu saja untuk mendorong kicaumania khususnya member KM se-Indonesia menjadi guyup rukun,” ujar Ketua Panitia Kicaumania Cup IX, Andy Han. Andy Han mengatakan, di akhir kepengurusan KM periode 2013-2015 in...
    17 December 2015, 03:28 AM
Working...
X