Announcement

Collapse
No announcement yet.

Merindukan Kicauan Tledekan Gunung di Gantangan

Collapse
X
Collapse

  • Merindukan Kicauan Tledekan Gunung di Gantangan



    JAKARTA, (KM) - Sekitar tahun 2000-an, burung Tledekan atau Sikatan sempat mendominasi arena lomba burung berkicau. Namun saat ini Tledekan sudah dipastikan tersingkir di berbagai lomba burung berkicau. Bahkan di event besar sekalipun, termasuk dalam event Presiden Cup, Valentine PBI Jogja dan Piala Raja, sudah tidak ada kelas Tledekan.

    Bagi Heri Wok, kicaumania asal Purwokerto, memelihara burung Tledekan memiliki seni tersendiri. Pasalnya, burung Tledekan dari segi fisik memang tidak begitu besar, namun memiliki sifat fighter (petarung).

    “Mendengarkan suara Tledekan kalau di saat musim penghujan seperti sekarang ini memang merupakan suatu kenikmatan, apalagi suaranya yang klasik akan menggugah perasaan kita untuk suatu keindahan alam pegunungan yang sejuk dan menentramkan,” ujarnya.

    Jenis Tledekan yang digemari hingga saat ini adalah Tledekan Gunung yang terdiri dari dua jenis yaitu Sikatan Cacing atau Hill Blue Flycatcher (Cyornis Banyumas) dan Sikatan Bakau atau Mangrove Blue Flycatcher (Cyornis Rufigastra).

    Seekor burung Tledekan disebut bagus jika memiliki suara rapat, kencang, penuh getaran (vibrasi), dan gacor. Suara kicauan itu dikeluarkannya dalam posisi berdiri yang tenang, nagen, disertai gaya khas yang disebut nyeklek. Tentu tidak semua tledekan memiliki karakteristik seperti itu.

    Heri Wok menjelaskan, sebenarnya masih banyak para kicaumania yang ingin memiliki burung ini, namun yang paling dicari adalah Tledekan Gunung asal Jawa atau biasa disebut Tledekan lokal.

    “Banyak para sahabat saya atau para pembeli Tledekan selalu menanyakan dari daerah mana asal burung ini. Jika terlihat berbadan kecil dan ada warna bulu putih di depan mata serta tidak ada bulu putihnya di dada sampai dubur, maka orang urung untuk membelinya, karena diduga Tledekan tersebut bukan lokalan dan harganya pun lebih murah dari harga Tledekan lokalan,” ungkapnya.

    Heri Wok mengaku, untuk mencari Tledekan lokal sekarang ini sangat susah, bahkan dirinya sampai rela memikat sendiri burung itu, atau dengan cara ngasih sejumlah uang untuk membayar pemikatnya agar Tledekan hasil pikatannya tidak diberikan orang lain.

    Menurut para penghobi, Tledekan lokal yang bagus yang berasal dari pulau Jawa, misalnya dari daerah Ungaran, Lereng Merbabu, Kedu Utara ,Temanggung, Wonosobo , sekitar Lereng Gunung Prau, Banjarnegara atau Purwokerto bagian utara dan timur laut.

    Untuk derah timur biasanya dari daerah Gunung Muria Jepara dan Pati. Tapi yang banyak beredar di pasar burung sekarang ialah Tledekan dari Kalimantan dan Sumatera.

    Adapun ciri-ciri fisik Tledekan lokal ialah adanya warna bulu putih di sebagian dada sampai ke dubur,bodi biasanya agak bongsor,warna biru muda di ujung kepala agak cerah. Untuk trotolan lokal para pemikat pasang harga di atas Rp150-200 ribu, bahkan ada trotolan yang oleh pemikat dibanderol harga Rp250 ribu.


    Mengenali Dua Tledekan Gunung

    Sikatan Cacing (Cyornis Banyumas) sering disebut sebagai Tledekan Gunung Jawa meski burung ini juga dapat ditemukan di Kalimantan, bahkan persebaran juga ada di sejumlah negara Asia. Di Indonesia hanya memiliki tiga dari delapan keseluruhan ras Tledekan ini. Diantaranya Cyornis Banyumas Ligus di Jawa Barat, Cyornis Banyumas Banyumas di Jawa Tengah dan Jawa Timur, dan Cyornis Banyumas Coeruleatus di Kalimantan.

    Bagi para penggemar burung di Indonesia, Tledekan jenis ini dikenal memiliki karakter, mental, dan suara yang bagus. Selain itu, burung juga lebih mudah berkicau dengan ngeroll dengan ciri khasnya nyeklek.

    Pada burung jantan, tubuh bagian atas berwarna biru tua. Sedangkan kekang, daerah sekitar mata, pipi depan serta bercak pada dagu berwarna hitam. Dahi dan alisnya pendek, yang berwarna biru muda. Sedangkan tenggorokan, dada, dan sisi tubuh berwarna jingga. Bagian perut berwarna putih.

    Sedangkan burung betina memiliki warna yang sama sekali berbeda dari burung jantan, yaitu tubuh atas berwarna kecokelatan, dengan lingkar mata berwarna kuning tua. Sedangkan tubuh bagian bawah mirip burung jantan, namun warnanya lebih pucat.

    Sedangkan Sikatan Bakau (Cyornis Rufigastra), terdapat di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Kepulauan Karimunjawa, dan sejumlah daerah Jawa Barat. Namun, meski ada di berbagai daerah, ras yang satu ini tetap dikenal sebagai Tledekan Gunung Kalimantan.

    Menurut beberapa kicaumania, Sikatan Bakau lebih sulit berkicau dibandingkan Tledekan dari ras lainnya. Namun dengan perawatan yang telaten, SIKatan Bakau berpotensi menjadi sangat gacor dan bisa bersuara ngeroll.

    Jika tidak jeli, Sikatan Bakau sangat mirip Sikatan Cacing. Perbedaannya hanya terletak pada warna dahi yang tidak biru muda, warna dagu yang lebih hitam, serta tubuh bagian bawah yang berwarna merah bata memanjang sampai ke perut.

    Untuk menentukan jenis kelamin Sikatan Bakau ini lebih sulit, karena tingkat kemiripan antara jantan dan betina sangat mendekati. Untuk membedakan jenis kelamin Sikatan Bakau, warna biru burung betina terlihat lebih pucat, dengan ciri khas pada paruh atas terdapat kekang keputihan yang membentuk huruf V serta dagu berwarna kekuningan.


    Memilih Tedekan yang Oke

    Sebelum membeli burung Tledekan, baik untuk kelangenan di rumah maupun tujuan lomba, ada beberapa kriteria yang perlu dijadikan pertimbangan. Dalam pemilihan Tledekan Gunung, hal pertama yang harus diperhatikan adalah faktor mentalnya. Mental ini sangat menentukan apakah nantinya burung berkualitas lomba atau tidak.

    Tledekan yang mempunyai mental baik pada umumnya akan memiliki beberapa sifat penampilan lebih tenang, tidak ketakutan ketika didekati, terutama untuk burung bahan, sering mengeluarkan suara kicauannya, langsung menyerang dengan sikap berdiri tegak ketika melihat burung Tledekan lain. Makin baik mentalnya, burung akan menampilkan gaya nyeklek.

    Burung yang baik bisa diketahui dari warna-warna bulunya yang cerah, rapi, dan berkilau. Jika bulu-bulu di sekitar tubuhnya tampak kusam dan kusut, itu menandakan burung dalam kondisi tidak baik, karena kurang mendapatkan perawatan dan gizi yang memadai.

    Selain itu, burung dengan bulu kusam dan kusut biasanya tidak memiliki mental yang baik. Sebab penampilan bulu merupakan salah satu modal ketika ia akan berhadapan dengan burung sejenis maupun pasangannya.

    Dalam memilih burung tledekan, jangan lupa mencermati beberapa katuranggan. Di antaranya paruh tebal dan berkontur belimbing (paruh belimbing), tubuh panjang, kepala besar dan ceper, leher lebar, mata belo (melotot) dan jernih tapi tidak berair.

    burung dengan penampilan fisik seperti itu biasa memiliki beberapa keistimewaan yaitu burung lebih rajin berbunyi, mempunyai nafas panjang, suara rapat, kencang, dan penuh getaran (vibrasi), dan mudah dimaster dengan suara burung lain.


    Merawat Tledekan Tidak Sulit

    Perawatan sehari-hari burung Tledekan bisa dikatakan hampir sama dengan burung-burung bberkicau lainnya, berikut salah satu contohnya:

    Pagi jam 06.00 burung dikeluarkan dari dalam rumah, kemudian buka kerodongnya biarkan bunyi-bunyi dulu untuk beberapa menit. Jam 06.30 burung di mandikan. Cara memandikannya bisa dengan disemprot handspray atau dengan menyediakan bak mandi kecil di dalam sangkarnya. Namun bisa juga dimasukkan ke dalam bak keramba jika ia mau mandi sendiri.

    Jangan lupa untuk membersihkan sangkar, hilangkan semua kotoran yang melekat di kandang tersebut. Ada baiknya bila sangkar dibersihkan dengan menggunakan air yang mengandung antiseptik.

    Jam 07.00 burung Tledekan dijemur selama 3 jam. Sebelum dijemur berikan jangkrik 3 ekor, kroto sepenuh tempat makanannya (cepuk). Setelah proses penjemuran selesai, kandang burung diturunkan dan jangan langsung di kerodong, biarkan di teras dulu beberapa menit untuk diangin-anginkan. Setelah dirasa cukup barulah dikerodong kembali untuk istirahat.

    Jam 15.00, burung dikeluarkan lagi, buka kerodong sangkar kemudian dianginkan kurang lebih 10 menit. Setelah itu burung dimandikan kembali sama halnya seperti pada pagi hari. Jam 15.30 burung dijemur hingga jam 17.00. Sebelum dikerodong cek makanannya, kroto diberikan kembali apabila sudah habis dan tambahkan jangkrik 2 ekor. Barulah setelah itu dikerodong.

    • Jill22
      #3
      Jill22 commented
      Editing a comment
      Smoga Kicaumania bisa kembali menjadi WADAH u/ menaikkan kembali pamor Tledekan di even Nasional...

      Mbah nya forum kicaumania, hrs bs lebih aktif lg & lbh update lg aplikasi2nya...jujur sy lbh suka forum KM drpd komunitas buka di aplikasi lain, lbh bs terbuka & tdk ada senggolan2 ego u/ menguasai suatu komunitas...

      Salam nyeklek dr Lie Ay Ping -JKT-

    • youdeey
      #4
      youdeey commented
      Editing a comment
      hemm... mantabbb...
      saya kemarin berburu di pasar burung, cari tuh bakalan tledekan gunung/cacing.. tapi g dapet,, dapetnya cuman tledekan kembang.. tapi gpp lah.. siapa tau kelak tledekan kembali digantangkan dilatber lokal maupun nasional..

      saya mo upload gambar kok g bisa ya.. hehe.. maklum piyek..

    • ndoro agung
      #5
      ndoro agung commented
      Editing a comment
      Re: Article: Merindukan Kicauan Tledekan Gunung di Gantangan

      Kirain kangen TL = TANTE LISA heheheheheh...
    Posting comments is disabled.

Categories

Collapse

article_tags

Collapse

Latest Articles

Collapse

  • Mengenal Pesaing Branjangan dari Negeri Seberang
    giriondeadline

    JAKARTA (KM) - Semakin sulitnya kicaumania mendapatkan burung Branjangan (Mirafra Javanica) idamannya, yaitu Branjangan Jawa, banyak yang beralih ke burung kerabat Branjangan yang datang dari negeri seberang di antaranya Pailing, Sanma, dan Sonca. Burung-burung Branjangan impor yang sudah mulai mudah ditemui di pasar burung ini menjadi pilihan karena kemampuan berkicaunya tidak kalah dengan Branjangan dalam negeri. Meski tidak terdapat kelas khusus di lomba-lomba burung berkicau, namun Branjangan impor ini bisa diikutsertakan dalam kelas Campuran Import jika dibuka kelasnya. Selain kicauannya yang merdu, Branjangan impor ini juga memiliki gaya eksotis saat berkicau. Ditambah lagi untuk perawatannya juga bisa dikatakan cukup mudah tidak jauh berbeda dengan perawatan burung Branja...
    22 February 2016, 02:34 PM
  • Surat terbuka untuk calon ketua umum km
    giriondeadline


    Dear Calon Ketua Umum KM,

    Sebelumnya saya ingin memastikan, saya menulis SURAT TERBUKA ini bukan bertujuan untuk sok-sokan, atau mencoba menjadi pahlawan kesiangan. Saya menulis SURAT TERBUKA ini murni 100% karena kecintaan saya terhadap organisasi www.kicaumania.or.id (KM). Seperti kita ketahui, bahwa kepemimpinan dan kepengurusan KM periode 2013-2015 sudah berakhir. Namun hingga SURAT TERBUKA ini ditulis, masih belum ada tanda-tanda adanya pemilihan umum atau penunjukkan langsung Ketua Umum KM dari para founder yang memiliki wewenang. Namun, siapapun Calon Ketua Umum KM berikutnya, saya harap iklas dan amanah dalam menjalankan roda kepemimpinan organisasi
    ...
    5 February 2016, 12:24 AM
  • Merindukan Kicauan Tledekan Gunung di Gantangan
    giriondeadline


    JAKARTA, (KM) - Sekitar tahun 2000-an, burung Tledekan atau Sikatan sempat mendominasi arena lomba burung berkicau. Namun saat ini Tledekan sudah dipastikan tersingkir di berbagai lomba burung berkicau. Bahkan di event besar sekalipun, termasuk dalam event Presiden Cup, Valentine PBI Jogja dan Piala Raja, sudah tidak ada kelas Tledekan. Bagi Heri Wok, kicaumania asal Purwokerto, memelihara burung Tledekan memiliki seni tersendiri. Pasalnya, burung Tledekan dari segi fisik memang tidak begitu besar, namun memiliki sifat fighter (petarung). “Mendengarkan suara Tledekan kalau di saat musim penghujan seperti sekarang ini memang merupakan suatu kenikmatan, apalagi suaranya yang klasik akan menggugah perasaan kita untuk suatu keindahan alam pegunungan yang sejuk dan menentramkan,” ujarnya. Jenis Tledekan yang digemari hingga saat ini adalah Tledekan Gunung yang terdiri dari dua jenis yaitu Sikata...
    12 January 2016, 05:32 AM
  • IX Fakta Unik Kicaumania Cup IX
    giriondeadline

    JAKARTA (KM) - Lomba burung berkicau Kicaumania Cup IX di Taman Wiladatika, Cibubur, Minggu 27 Desember 2015 sebagai hajatan tahunan komunitas penghobi burung berkicau terbesar di Indonesia www.kicaumania.or.id (KM) sudah berlalu. Event penutup tahun 2015 ini digelar sebagai ajang silaturahmi sekaligus kaderisasi dan reorganisasi KM yang kini menginjak usia 9 tahun.


    Lomba Nasional Non Teriak

    Konsep lomba tanpa teriak sebenarnya sudah menjadi tradisi KM dalam menggelar lomba burung berkicau. Namun pada kenyataannya, hal tersebut belum terwujud dengan sempurna selama ini. Masih saja terdengar teriakan-teriakan dari pelomba walaupun tidak signifikan. Namun bukan KM namanya bila berputus asa, inovasi dan sistem terus diciptakan untuk bisa mencapai lomba non teriak yang dicita-citakan selama ini.


    Kelas utama Murai Batu
    Perlu diketahui, bahwa panitia dan peserta lomba burung sepakat menggunakan jasa juri. Maka dari itu sudah seharusnya bersama-sama mengawasi kinerja juri, bukan saling menyalahkan ketika kinerja juri tidak maksimal. Karena itu, panitia akhirnya memutuskan untuk melibatkan peserta lomba untuk turut mengawasi kinerja juri lebih dekat. Adapun poin-poin tambah...
    31 December 2015, 04:24 PM
  • Jakarta Cup II: PS3 SF Goncang Kicaumania dengan Lomba Spektakuer
    giriondeadline

    JAKARTA (KM) – Lomba burung berkicau fenomenal Jakarta Cup II 2015 akan dihelat di Tugu Monumen Nasional (Monas) Minggu 20 Desember 2015. Selain memberikan hadiah ratusan juta rupiah, lomba yang digagas Persaudaraan Suara Seirama Selaras Single Fighter (PS3 SF) ini juga menyajikan doorprize sebuah mobil, motor dan hadiah menarik lainnya. Ketua Pelaksana lomba Ji Rico mengatakan, lomba ini juga bertujuan untuk mempromosikan destinasi pariwisata DKI yakni Tugu Monas. Karena dipastikan ribuan kicaumania mengikuti lomba burung berkicau tingkat nasional ini. "Jumlah peserta yang sudah mendaftar sudah mencapai 1.700 peserta yang berasal dari Pulau Jawa, Bali, Sumatera, dan Kalimantan. Kami targetkan bisa 4.0...
    17 December 2015, 04:00 AM
  • Kicaumania Cup IX: Silaturahmi Akbar Untuk Kaderisasi dan Reorganisasi KM
    giriondeadline

    JAKARTA (KM) - Komunitas burung terbesar yang tergabung dalam www.kicaumania.or.id (KM) akan mengadakan hajatan besar tahunannya, yakni Kicaumania Cup IX 2015 di Taman Wiladatika, Cibubur, Jakarta, Minggu 27 Desember 2015. Event nasional penutup tahun 2015 ini mengambil tema “Silaturahmi Akbar www.kicaumania.or.id” dengan visi misi kaderisasi, regenerasi dan reorganisasi. "Kali ini sengaja mengambil tema silaturahmi akbar alasannya ingin memperkuat kembali organisasi KM dan menyatukan kembali para senior atau banisepuh yang menjadi panutan kami generasi baru yang sudah mulai tercerai berai. Selain itu tentu saja untuk mendorong kicaumania khususnya member KM se-Indonesia menjadi guyup rukun,” ujar Ketua Panitia Kicaumania Cup IX, Andy Han. Andy Han mengatakan, di akhir kepengurusan KM periode 2013-2015 in...
    17 December 2015, 03:28 AM
Working...
X