Announcement

Collapse
No announcement yet.

hanya burung ternak yg boleh kontes

Collapse
X
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts

  • hanya burung ternak yg boleh kontes

    Salam kicau...
    Terpikir sejenak di kepala saya nih, bagaimana jika kita mulai menerapkan standar kontes burung ternak, yg lebih bersahabat dgn ekosistem kita. Yg intinya kontes burung yg mulai langkah dan hampir terancam punah. Contoh ( murai batu, anis, tledekan, dan kacer ) gimana KMers setuju gak. Kalo bukan kita siapa lagi ya. Contoh sampe sekarang sy belum pernah liat burung ANIS, MURAI BATU, dll di alam bebas. Padahal hobi sy masuk keluar hutan loh. Saya aja gak liat gimana anak dan cucu saya nanti ya.. Sedih kalo cucu saya nanti bilang burung MURAI BATU itu asalnya dari negara tetangga, wong di indonesia dah hampir punah... Yok om kita diskusi..

    Maaf om kalo salah kamar...

  • #2
    Re: hanya burung ternak yg boleh kontes

    Arahnya memang kesitu, hewan peliharaan untuk hobi harusnya memang tidak diambil langsung dari habitat alam. Hewan peliharaan hasil ternak akan lebih mudah adaptasi. Sepertinya sudah ada aturan dan undang-undang untuk masalah ini, di negri lain untuk lomba/kontes juga hanya diperbolehkan burung hasil ternak atau jenis tertentu saja yg boleh dipelihara.
    Tapi memang banyak kepentingan, mungkin tidak akan sejalan dengan para EO atau spekulan yg selalu ingin menampilkan jenis baru untuk dilombakan tanpa memikirkan jangka panjang dan kelestarian alam dan isinya

    Comment


    • #3
      Re: hanya burung ternak yg boleh kontes

      bagusnya memang seperti itu, apalagi kalau peternak sudah banyak bisa menekan harga trotol tangkaran dan bisa menyaingi harga burung MH, sehingga otomatis konsumen beralih ke produk hasil penangkaran. kalau menurut tidak perlu lah bikin aturan yang melarang burung non tangkaran ikut lomba, cukup disesuaikan pada jalur supply saja, problem yang masih mengemuka saat ini adalah peternak/penangkar belum banyak dan belum variatif jenis yang ditangkarkan sehingga harga relatif mahal untuk produk penangkaran, kalau saja ada insentif dari pemerintah untuk mendorong penangkaran burung misalnya kredit yang dipermudah, bantuan penyuluhan, vaksin/obat hewan yang disubsidi harganya, pasti lah penangkaran akan berkembang pesat dan pada akhirnya menekan cost untuk produk penangkaran....

      Comment


      • #4
        Re: hanya burung ternak yg boleh kontes

        Bener tuh om...
        Tapi om dengan begitulah kita menekan penangkapan liar..
        Secara otomatis meningkatkan breeder" baru karna pasar yg meminta... Dan kita tlah slamatkan burung" kicau yg mulai susah di temui di alam..

        Comment


        • #5
          Re: hanya burung ternak yg boleh kontes

          Ada sebagaian kawan yang menganggap kelas khusus untuk lomba burung hasil penangkaran justru dapat menurunkan pamor burung hasil penangkaran... sebagian orang justru akan melihat bahwa burung hasil penangkaran dikhususkan lombanya karena memang tak mampu bersaing dengan MH. Jadi buat 'tantangan' buat anggota KM yang benar-benar peduli dengan konservasi burung adalah mencetak juara-juara lomba dari hasil penangkaran! Buktikan ke seluruh hobiis di negri kita bahwa burung hasil penangkaran lebih berkualitas daripada MH! karena memang begitulah sejatinya!

          Comment


          • #6
            Re: hanya burung ternak yg boleh kontes

            Idenya bagus om, cuma beberapa hal yg perlu kita perhatikan adalah:

            1. Lomba buurng yang menentukan adalah warga pelomba dalam hal ini para penghoby lomba baik skala rumahan atau skala lomba semestinya
            2. LOmba tidak lepas beaya operasional, jadi EO membuka lomba khususnya yg kelas2 ramai saja, dan selalu berganti setoap dekade waktu
            3. Yang mempunyai HAK MELARANG LOMBA khususnya burung dr alam adalah PEMERINTAH, sementara pemerintah tidak serius menangani khusus hal ini terutama konservasi dan pelestarian burung2 kita, pemerintah amsih sibuk dg dirinya sendiri, terutama urus partainya masing2


            Salam
            SATU RASA SATU JIWA KITA MELANGKAH BERSAMA KICAUMANIA INDONESIA.

            Comment


            • #7
              Re: hanya burung ternak yg boleh kontes

              Kalo hanya 1% yang terpikir untuk kelestarian sementara 99% lainnya tidak ambil peduli tidak ada gunanya rasanya. Perlu diwadahi memang sebenarnya yg tak lain adalah pemerintah, tugas pemerintah melalui badan terkait untuk memberi sosialisasi dan kepedulian terhadap warganya mengenai sosialisasi dan wawasan yg baik tentang kelestarian alam. Harusnya ada hukum yg melarang perburuan burung untuk tujuan komersial yg selama ini dilakoni para pemikat, tapi jgn sampai disitu para pemikat jg butuh biaya hidup, pemerintah hendaknya memberi lapangan kerja yg layak bagi mereka. Para pedagang burung disosialisasi untuk memperdagangkan hasil tangkaran, karena secara otomatis jika para pemikat telah beralih profesi, mau tidak mau para pedagang hanya bisa menjual burung hasil penangkaran. Lalu para EO harusnya mulai berangsur-angsur mengsosialisasikan kontes burung ring, memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi saya yakin para EO adalah mereka-mereka yg berwawasan lebih ketimbang para penghobi pada umumnya. Kalo para penghobi biasanya hanya mengikuti alurnya saja, contoh lagi trend kelas burung A yg diadakan para EO, maka burung A banyak dicari penghobi untuk diikutkan kontes, yang membuat burung A melonjak permintaannya, permintaan yg tinggi dan perburuan pun dimulai... Mari kita sama-sama mulai beralih ke ekosistem ring penangkaran.

              Sedikit catatan kecil, sering terdengar cerita dari para pemikat kalo sebagian keuntungan jg mengalir ke dinas kehutanan terkait demi kelancaran pikat memikat, memang warga Indonesia dari dulu sampe sekarang serakahnya gak ketolongan, hutan beserta isi-isinya habis diambil. Saya pribadi aja malu jadi warga Indonesia, sampai di beberapa forum burung manca negara yg saya ikuti sering tidak memberi tahu kalo saya warga Indonesia, hehe..

              Mohon maaf kalo ada kata-kata tidak berkenan, idenya masih banyak sih tapi mata dah keburu ngantuk om..

              Salam...
              sigpic

              Comment


              • #8
                Re: hanya burung ternak yg boleh kontes

                Setahu saya dulu PBI memang sudah pernah ada rencana ke arah penangkaran semua, dimana tiap tahunnya jumlah jenis lomba burung yang ditangkarkan di tambah 1, dan
                yang non penangkaran dihapus, Dulu sepertinya Indonesia pernah ditegur sama pencinta burung negara lain dikarenakan melombakan burung tangkapan liar, namun dengan dijelaskan kedepannya akan diubah ke penangkaran semua maka akhirnya teguran itu mulai berkurang, dan dulu PBI sudah mengurangi jumlah burung yang dapat dilombakan
                kalau tidak salah 8 jenis burung ya , namun dengan munculnya EO-EO baru dan dengan dibukanya beberapa jenis kelas baru serta dimana pihak PBI seolah2 kalah bersaing
                maka akhirnya tak dapat dibatasin lagi jenis burung yand dapat dilombakan, dmana tiap2 EO saring membuka kelas baru.
                Contoh paling akhir yaitu kelas PLECI bayangkan yang tadinya dialam banyak, sekarang bisa dihitung dengan jari, kalau mampir ke kios2 burung kisaran 1 tahun lalu
                hampir tiap kios menyediakan ratusan hingan ribuan ekor pleci.
                Namun kabar baik akhirnya muncul dmana para kicaumani pleci sudah ada yang berhasil menternak pleci.

                Salam Damai

                Comment


                • #9
                  Re: hanya burung ternak yg boleh kontes

                  Untung nya teman" di KMers senang berbagi pengalaman jadi para breeder pemula seperti sy dan yg lain nya bisa dapat ilmu yg bermanfaat.
                  Sukses KMers ..

                  Comment

                  Working...
                  X