Announcement

Collapse
No announcement yet.

Beternak AK di Sangkar Gantung Kecil Lagi Sempit

Collapse
X
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts

  • Beternak AK di Sangkar Gantung Kecil Lagi Sempit

    Rekan semua, saya mau membagikan pengalaman saya beternak Anis Kembang (AK).

    Kalau dalam tulisan ini terlihat pamer, mohon dimaafkan. Memang ada maksud agar lebih banyak lagi yang terjangkiti 'virus beternak AK', seperti juga banyak yang terkena 'virus AK Ngeroll'. Apalagi terus juga ada yang terjangkiti 'virus berternak kicauan, apapun jenis kicauannya'.

    Dalam beternak pasti ada soal penting tentang: pemilihan indukan, penjodohan, penyiapan sarang, makanan, dsb. Tentang itu semua beberapa thread telah memuat dengan lengkap. Baik itu dari Om Yulpri (dari Medang, suhu), Om Ben (sangkar gantung), Om Arkum (gang gamprit, suhu saya), Om Rdm Bendol (kemana kok tidak keliatan lagi), Om Kurniawan (masalah sudah solved ya , Om heri_gatbf (anakanya bikin ngiler) dan beberapa rekan lain yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu. Silakan baca dengan baik thread-thread tersebut sebagai awalnya. Tulisan ini mempunyai background dari thread tersebut.

    Fokus sharing kali ini adalah kesederhanaan. Makanya thread ini saya beri judul: Berternak AK Di Sangkar Gantung Kecil Lagi Sempit. Soalnya, beberapa orang sudah menulis pengalaman tentang 'beternak AK', beberapa lagi 'beternak AK di sangkar gantung'. Saya sengaja tambahkan 'kecil lagi sempit' agar membangkitkan semangat. Berternak AK tidak harus punya kandang (gantung) yang besar, dan tempat (gantung) yang luas.

    Deskripsi kandang, sarang, dan tempat gantung.
    Saya menggunakan kandang gantung dengan ukuran 30x40x60 (pxlxt), kecil bukan. Kandang ini sangat sederhana, kandang murahan. Untuk kandang ini saya tidak mengeluarkan ongkos apapun karena kandang ini didapat dari rekan yang mengantar trotolan AK ke rumah. (Waktu itu saya dapat dua trotolan di dua kandang, makanya saya juga berharap untuk tahap pertama mempunyai dua pasang indukan AK dengan kandang itu! Untuk itu saya masih utang satu pasang lagi!)

    Saya pasang dua tangkringan. Di sebelah atas saya pasang sarang. Sarang dari bahan rotan, di beli di toko burung banyak tersedia. Untuk alas sarang digunakan daun cemara, ini juga dibeli dari Ps Pramuka, cukup satu bungkus. Tidak sampai sepuluh ribu untuk sarang rotan dan daun cemara itu.

    Tempat gantung kandang juga sangat sederhana, mudah dicontoh. Saya mengantungnya di tempat yang sempit tapi memang agak tersembunyi. Tersembunyi karena tempat itu ada di lantai 2. Lihat foto. Di bawah tempat gantung itu mesin cuci, Jadi kalo mesin cuci mau dipakai, kandang dipindah dulu. Pokoknya tidak ruwet-ruwet amat. Lha ya memang adanya cuma begitu



    Kebetulan juga tempat gantung itu atapnya bocor, jadi kalau hujan harus dipindah. Pindah kemana? Kamar mandi cadangan di samping tempat gantung rasanya sebuah pilihan.



    Berikutnya akan saya tuliskan tentang perawatan setelah penjodohan. Soalnya tentang penjodohannya sendiri, saya kira lebih banyak keberuntungan. Jantan sudah saya pelihara sejak lama, volumenya yahud, ngerolnya mantab, tapi di kontes selalu terlalu birahi. Fotonya pernah menang lomba picture AK di kicaumania.org tercinta ini. Ya ini adalah Kanak Ilang (dulu namanya Anak Ilang, tapi saya selalu memberi nama piaraan dengan huruf K). Betinanya saya dapat dengan barter branjangan gacor. Hiksss. Sedianya betina itu untuk charge kalau mau kontes, burung jinak dan sangat ngeper. Jadi sebanding deh dengan branjangan yang jadi barter.

    Pasangan itu baru satu minggu diketemukan, ketika dimasukan dalam kandang mandi sudah tidak berantem. Hari kedua di kandang mandi bersama jantannya sudah mulai berusaha mengawini. Pada kesempatan pertama itu, saya lihat sih hanya sekali berhasil dari beberapa kali usaha dilakukan. Hari itu juga sudah saya jadikan satu kandang.



    Keberuntungan mungkin tidak bisa dicontoh, tapi saya dapat pelajaran yaitu: cari betina yang jinak. Betina yang jinak (dan tidak galak) membuat jantannya berani. Sebelum ini jantannya pernah saya pasangkan dengan betina yang galak (juga kurang jinak). Ketika jantannya berusaha mendekati, dilawan terus. Meskipun akhirnya betinanya yang kabur dengan buka kandang sendiri hehehehehehe

    Berikutnya menyusul ya............
    salam cicit cuit
    widodo lestari
    BSD City

  • #2
    Top markotop dech om, salut ane... Di kandang minimalis seperti itu AK bisa di breeding dengan sukses. Sekali lagi salut, thx for sharenya..
    sigpic
    "Damai Kami Sepanjang Hari"

    Comment


    • #3
      Kesabaran yang Diuji

      File tulisan ini sudah dibuat lama, tanggal 25 Maret 2009, waktu itu sudah seneng banget karena sudah ada tiga telor di sarang AK. Seneng rasanya. Tanggal 18 Maret 2009 adalah hari telor pertama ditemukan. Wah tak terkirakan senengnya. Tapi, ternyata kesabaran masih harus dicadangkan. Ikutin kisahnya.


      Saking senengnya sampai kabur tuh waktu ambil gambar.

      dan


      Flashback.
      Setelah pasangan AK itu jodoh, ditandai dengan tidak saling menyerang, saya pasangkan dalam satu kandang. Bunyi cik...cik...cik saling memanggil sering terdengar. Ini membuat AK saya yang lain, yang buta karena katarak langsung ngerollllll panjang. Tapi saya perhatikan pasangan ini tidak pernah berdempetan nangkringnya. Tidur juga jauh-jauhan, satu di tangkringan atas satu lagi di bawah.

      Sejak masuk ke kandang tangkaran, porsi jangkrik saya tambah jadi sekitar 10 ekor sekali ngasih. Untuk cacing juga sekitar 6 – 10 ekor (potong?) sekali ngasih. Harusnya sih pagi-sore, tapi yang sore seringkali terlewat. Tapi kalau istri yang sedang tugas paling dikasih jangkrik 5 ekor dan cacing 3 potong. Males motongin kaki jangkrik alesannya. Tidak sampai satu minggu seingat saya, sangkar yang saya acak-acak itu sudah mulai teratur, rapi. Mbunderi kata orang Jawa. Sangkar yang tadinya kotor karena kotoran, terlihat bersih. Baik betina maupun jantan bergantian membersihkan dan mengatur sangkar. Kerjasama yang perlu ditiru.

      Betina sudah mulai tidur di sarang, mengeram. Pagi hari ketika hendak dimandikan, saya menemukan satu telur seperti sudah saya ceritakan di atas. Tanya sana sini, katanya akan menetas dalam 12 – 18 hari. Wah mulai dag dig dug seneng. Tiap hari masih saya kasih cacing dan jangkrik dengan porsi seperti semula. Perawatan masih sama, tiap pagi dimandikan. Jantannya biasanya langsung ngacir ke kandang mandi begitu kandang dibuka, betinanya (tanpa harus diusir-usir, meskipun butuh sementara waktu) akhirnya akan menyusul mandi. Mereka mandi dengan sepenuh hati, basah kuyup sekitar kandang mandi. Pada saat ini ada kesempatan untuk membersihkan kandang.

      Setelah mereka satu kandang, AK jantan sudah tidak pernah ngeplong apalagi ngerol. Mungkin karena sudah dapat pasangan sehingga tidak merasa perlu pamer untuk mengundang cewekan ya? Ngriwik masih terus dilakukan. Jarak waktu antara dipasangkan dengan telor pertama hanya sekitar sepuluh hari.

      Rasa dag dig dug akhirnya hilang dengan berlalunya waktu, hingga hari ke-21 telur itu tidak menetas. Telor saya ambil dan saya pecahkan. Ternyata masih bening, tidak ada setitik pun noda. Kayaknya memang belum sempat dinodai tuh cewean hehehehehehe.

      Fase pertama berakhir dengan kekecewaan. Burung tetap dalam satu kandang. Saya acak sarangnya tapi masih tetap saya biarkan di situ. Selama sekitar sepuluh hari kembali saya berikan jangkrik hingga 10 ekor. Sedang cacing terus saya berikan dengan jumlah 10 ekor juga. Sarang kembali dibuat rapi lagi. Dan akhirnya ada lagi tiga telor. Itu terjadi ketika saya harus tugas keluar kota tanggal 2 – 5 Mei 2009.

      Mengingat kekecewaan yang pernah dialami dan juga tidak pernah menyaksikan mereka kawin maka untuk telor yang kedua ini saya juga tidak terlalu bersemangat. Om Arkum, Suhu breeding KM, memberikan masukan untuk tidak memberikan jangkrik kalau sudah mengeram. Saya ikuti. Tidak ada yang saya ubah kecuali dengan tidak memberikan jangkrik lagi ketika sudah mulai mengeram. Mandi pagi dengan acara bersih-bersih kandang tetap saya lakukan seperti biasanya.



      Berlalunya waktu dan rasanya sudah tiga minggu lebih belum ada yang menetas juga. Telor kembali saya ambil. Ketika dipecahkan, tetap bening. Dua telor yang tidak saya pecahkan malah saya rebus terus dibuat lauk hehehehehhehehe.

      Tambah kecewa sih tidak, tapi mulai pikir-pikir untuk ganti pasangan. Toh saya ada 3 AK cowok yang siap menggantikan si jantan itu. Apalagi kesibukan kantor meningkat sehingga tidak terlalu intensif untuk mengikuti perkembangan pasangan ini. Bahkan pernah berpikir untuk melepas pasangan ini karena saya harus pergi keluar kota sedangkan burung terlalu banyak di rumah. Dua teman penghobi yang saya hubungi tidak memberikan respon. Terpikir juga menyesal rasanya melepas branjangan itu, apalagi tahu branjangan itu sama teman akhirnya dilepas juga. BR itu istimewanya adalah suara asli branjangan, jadi kalau dia bunyi bener-bener membawa ke alam masa kecil dulu. Semakin tertekan rasanya.

      Awal Juni 2009, persisnya lupa karena rasanya sudah tidak memberikan harapan, ada telor lagi, tapi hanya dua. Waktu itu juga pemberian jangkrik dan cacing ya seadanya saja. Tapi tetap saya selalu berikan paling tidak satu diantara ini: jangkrik, cacing, atau kroto. Buah sudah tidak pernah lagi. Mungkin itu tanda frustasi hehehehehehe.

      Akhirnya..........
      Tanggal 16 – 18 Juni 2009 ini saya harus keluar kota lagi. Tanggal 17 Juni 2009 istri sms kalau sudah ada yang menetas. Kirim MMS dua piyik yang kecil banget. Selama di luar kota itu, rasanya pingin cepet pulang. Pingin lihat piyik AK yang imut banget. Mulai hari itu bertambah kegiatan saya. Setiap dua jam menambahkan cacing ke kandang dan memperhatikan pasangan itu meloloh. Menarik sekali melihat burung meloloh dan membersihkan sarang. Sebuah pengalaman yang tidak mungkin terlupakan. Sebuah ujian kesabaran yang telah saya lewati.

      Mandi pagi tetap berlaku untuk pasangan itu. Kandang dibersihkan. Diberikan cacing. Ketika kembali ke kandang, langsung mereka berdua menghajar cacing dan melolohkan ke dua mulut kecil yang terbuka lebar. Asyik sekali rasanya.


      Berdua hajar cacing untuk meloloh.

      Untuk rekan-rekan KM, semoga pengalaman saya ini memberikan semangat bagi siapa saja yang tertarik untuk breeding. Burung apa saja, tidak harus AK. Temukan pasangan yang jinak (terutama yang betina), siapkan kandang, pelajari yang ada di KM, terus pasangkan. Tunggu hasilnya dengan penuh kesabaran. Bukan sebuah kesabaran yang amat sangat karena hanya cukup 3 bulan dengan 3 kali bertelor sudah bisa melihat hasil. Ayo, anda tertarik? SEMANGAT.

      Sekarang tinggal pesan ring. Cari cewekan lagi untuk AK, sanger, BT, dan branjangan.
      salam cicit cuit
      widodo lestari
      BSD City

      Comment


      • #4
        Salut...hebat om satu ini bertangan dingin....semoga sukses menangkar yang lainnya ya Om Wiles
        sigpicWassalam....
        Yang terburuk dari semua tipuan, adalah menipu diri sendiri.

        Comment


        • #5
          Top bangat nih. Selamt OM dengan hasilnya ini

          Comment


          • #6
            top markotop om wilestari...kandang kecil lahan sempit bukan masalah...yang penting niat buat menyebarkan 'virus beternak AK' heheheheheh....nanya dikit om..itu tempat cacingnya yg mana yah? saran aja om wiles..itu kandang yang ruji satu sab ampe ke dasar sangkar luarnya ditutup kardus aja..biasanya waktu menghajar cacing,sebagian cacing mencelat keluar..kan bikin kotor..heheheh...just saran lho om
            Last edited by Kurniawan; 22 June 2009, 10:03 PM. Reason: nambah dikit
            sigpic

            pingin punya bird farm

            Comment


            • #7
              Muantabbbbbbbbb.....kesabaran yang membuahkan hasil.....its Good Om
              moga2 anakannya calon juara dan cepat besar
              Suksesssssssssss....(jadi pengen neh ..)

              Salam Ciut
              Arnez

              Comment


              • #8
                Originally posted by Kurniawan View Post
                top markotop om wilestari...kandang kecil lahan sempit bukan masalah...yang penting niat buat menyebarkan 'virus beternak AK' heheheheheh....nanya dikit om..itu tempat cacingnya yg mana yah? saran aja om wiles..itu kandang yang ruji satu sab ampe ke dasar sangkar luarnya ditutup kardus aja..biasanya waktu menghajar cacing,sebagian cacing mencelat keluar..kan bikin kotor..heheheh...just saran lho om
                Iya Om, semakin banyak yang kena virus semakin bagus bagi kelestarian alam kita. Apalagi nanti pada nangkarin burung yang mulai jarang meski belum langka apalagi punah. Kepikir burung sikatan Om.

                Makasih sarannya. Iya bikin kotor. Dinding jadi kotor, terpakasa harus dibersihin. Ato diomelin istri hehehehhehe. Nanti akan diperbaiki.

                Tempat cacing itu wadah yang kotor Om, di tangkringan atas ada satu dan bawah ada satu. Itu karena burung kalo nangkring dan tidur selalu misah, jadi tempat cacing saya kasih dua.
                salam cicit cuit
                widodo lestari
                BSD City

                Comment


                • #9
                  Originally posted by arnez View Post
                  Muantabbbbbbbbb.....kesabaran yang membuahkan hasil.....its Good Om
                  moga2 anakannya calon juara dan cepat besar
                  Suksesssssssssss....(jadi pengen neh ..)

                  Salam Ciut
                  Arnez
                  Aminnnnnnn Om Arnez. Jangan cuma pingin, langsung aja dicoba. Pasti bisa sukses juga.

                  Bisa netes aja sudah seneng banget Om, ndak usah jadi juara juga ndak papa hehehhehehehe. Rasanya tuh melebihi ketika burung jadi juara di kontes. Bener. Saya sudah mengalami jadi juara, itu piala bertenggeran. Tapi bisa menangkar, rasanya lebih lagi.

                  Ayo-ayo, pasti bisa. Ndak butuh banyak ini itu, cukup semangat untuk mulai aja.
                  salam cicit cuit
                  widodo lestari
                  BSD City

                  Comment


                  • #10
                    selamat cak wah pancen jenengan ini hokine di penangkaran kemarin robin skr AK heheheheh
                    sigpic

                    uzi Km

                    Comment


                    • #11
                      Up date terus perkembangan anaknya ya Om.. Semoga semakin sukses breeding AK nya... Mantaff dech
                      sigpic
                      "Damai Kami Sepanjang Hari"

                      Comment


                      • #12
                        wah mantaff.....
                        selamat ya om wid.....
                        semoga terus beranak pinak..
                        jangan lupa ane indent satu ekor yg jantan (anakan ketiga aja om hehe....)

                        thks

                        Comment


                        • #13
                          Mantap nich om Wid, diam-2 ternyata lagi ternak AK toh, benar-2 mantap, Gbu.

                          Comment


                          • #14
                            Ketularan virus AK ngeroll udah ... sekarang udah mau coba lagi nyebarin virus ternak AK ... wuihhh ... Om Wilestari bener-bener pantang menyerah untuk nyebarin virusnya nih .... hehehe ... salute buat Om Wilestari.

                            Comment


                            • #15
                              Mantap sharing ilmunya Om..... selama ini saya kira untuk breeding harus ada kandang yang besar, suasana yang tenang dan tidak terganggu. Malah Om mematahkan semua teori breeding tersebut dengan berhasil breeding di sangkar harian yang tiap sebentar dipindah2. Btw faktor Rejeki dan Keberuntungan mungkin mempengaruhi.

                              Comment

                              Working...
                              X