Announcement

Collapse
No announcement yet.

Perawatan

Collapse
This is a sticky topic.
X
X
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts

  • Perawatan

    Berikut ini tanya jawab saya (Duto Sri Cahyono) dengan rekan Widodo Tri C di milis KM. Bisa dikembangkan lebih lanjut.

    Tanya (Widodo Tri):
    Mas Duto,
    Saya punya anis merah dalam kondisi beberapa bulu ekor sudah seperti lidi dan bulu sayapnya ada yang baru dan ada yang tua/kering sekali dan bulu halus masih muda/kinclong. Tetapi sudah hampir satu bulan burung ini tidak mau mabung-2. Setiap hari saya kasih jangkrik pagi 3 sore 3, dan kroto 2 sendok teh pagi saja. Voor juga sudah saya ganti ( dari chirpy rumput laut ke top song yg bukan rumput laut). Mandi 1 minggu sekali. Dan setiap pada saat mandi, burung tsb mencabuti bulu halusnya sendiri. Tetapi setelah dimandikan burung malah jadi rajin bunyi dan bulunya tidak juga rontok-2.
    Kebetulan saya browsing di internet lagi dan menemukan tulisan mas Duto ini. Mohon dong di kasih ilmunya secara detail cara untuk merontokkan bulu anis merah ini, karena saya tidak menemukan di tulisan mas Duto ( diatas ) mengenai jumlah/porsi EF cacing,jangkrik&buah ( apakah masih perlu diberikan? ). Juga apakah perlu tidaknya penjemuran selama dalam treatment perontokan bulu. Kemudian perawatan pada masa mabungnya sendiri bagaimana ya? Dan juga perawatan pasca mabung. Soalnya ini yang kedua kali saya memelihara anis merah. Yang pertama gagal total, karena burung mati setelah mabung tanpa tahu sebabnya. Jadinya saya sangat khawatir terhadap anis merah yang satunya ini. Untuk itu, mohon dong sharing ilmu perawatan anis merahnya. Trim's berat dech atas bantuan mas Duto. Dan ini sangat saya tunggu-2 informasinya.
    NB : Burung anis kandeg itu apaan sich, mas ?


    Jawab (Duto):
    Salam kenal.
    Tentang bulu anis merah yang belum rontok meski yang lain malah sudah tumbuh bagus, nggak perlu risau. Tidak perlu dipaksakan untuk di-segera-rontok-kan. Hanya saja, sementara ini buah jangan diberikan dulu; porsi kroto ditambah; tidak dimandikan dan juga tidak dijemur kecuali hanya sebentar saja.
    Masalahnya sekarang, apakah Anda memelihara anis itu untuk kicauan dan kesenangan ataukah untuk segera dilego/ditukarkan burung lain. Kalau memang untuk kesenangan, maka rawatlah anis merah secara normal, yakni diberi pakan seperti halnya ketika kondisi normal. Ya dimandikan, ya dijemur, ya diberi EF dg ukuran normal, ya diberi buah. Dengan begitu, anis tetap sehat dan terus bunyi meski dengan kondisi bulu tidak ideal.
    Kalau nantinya mau segera dilego dan karenanya anda harus nguber segera utuh kondisi bulunya, ya paksakan saja untuk mempercepat proses ngurak dengan menggenjot porsi kroto; juga menyetop buah, mandi dan jemur.
    Tapi hal ini tidak saya sarankan. Lebih baik, rawat saja burung secara normal dan kita nikmati kicauannya tanpa rasa tergesa-gesa untuk melihat semua aspek dari burung kita berada dalam kondisi ideal.
    Untuk parawatan pascamabung, ya sama saja dengan kondisi normal. Cuma, jemurnya jangan lama2 karena akan menyebabkan bulu rusak. Juga jangan terlalu banyak jangkrik, dan kroto dan/atau cacing dulu karena akan membuat burung gemuk (biasanya masa-masa sehabis mabung, burung banyak makan). Burung yang gemuk tidak akan rajin berkicau. Kalau tidak, ya malah kandeg. Apa itu kandeg? Kandeg itu istilah jawa untuk burung yang macet bunyi. Banyak burung yang kondisi fisiknya terlihat bagus, mental bagus, tidak terlihat takut terhadap orang atau burung lain, tetapi malsa atau bahkan tidak bunyi. Itulah kandeg, banyak hal yang menyebabkan burung kandeg. Antara lain adalah kegemukan.
    Demikian jawaban saya saat ini. Moga-moga bermanfaat.

    Tanya (Widodo Tri):
    Terima kasih banyak atas masukannya. Sebenarnya saya memelihara anis merah ini adalah untuk tujuan lomba. Karena terus terang saya belum pernah main di burung ini. Sedangkan biasanya saya main lomba di burung-2 type fighter ( kacer, hwamei dan murai batu ). Dan setiap saya ketemu orang yang punya jagoan anis merah, kemudian saya tanya mengenai seluk beluk perawatannya selalu saja mengelak. Justru malah memberikan informasi yang 'menakutkan' yang katanya ginilah atau gitulah kalau memelihara anis merah. Tapi itu justru membuat saya semakin penasaran. Kebetulan dulu waktu saya tugas di jambi, saya sempat browsing dan menjadi anggota milis MPZ, dan saya lihat tulisan maupun penjelasan yang diberikan mas duto itu enak sekali. Tidak menutup-nutupi suatu hal. Cuma sayangnya saya nggak sempat copy banyak mengenai perawatan burung anis merah dan begitu kembali ke jakarta server kantor kena serang virus sehingga semua milis di yahoo di block oleh IT kita. Jadinya saya belum bisa gabung lagi di milis dan saya minta bantuan mas dutonya melalui japri.
    Mengenai perawatanan anis merah untuk lomba apakah berbeda sekali dengan perawatan normal seperti yang mas duto tuliskan di bawah? Apakah pemberian extrafooding yang berlebih yg dapat memepercepat rontok bulu punya efek negatif yang besar setelahnya?
    Dan saya ingin menanyakan fungsi ekstra fooding. Terutama cacing dan buah. Ada yang memberi informasi kalau pemberian cacing tiap hari akan memudahkan anis merah teler waktu di gantang. Tetapi ada yang memberitahu kalau tiap hari di beri cacing akan membuat burung tsb gembos. Dan buah khususnya apel merah bisa menggelontor/menguruskan burang pasca mabung. DAn katanya itu harus diberikan setiap hari. Yang benar itu gimana mas?


    Jawab (Duto)
    Ok Mas,
    Perawatan anis merah untuk rumahan dan lomba, sebenarnya tidak ada bedanya. Semuanya harus menurut standar kecukupan gizi (untuk makanan) dan perlakuan (agar tidak mudah stress). Cuma saja, biasanya, burung untuk rumahan tidak terawat secara maksimal karena kita hanya memerlukan kicau merdunya setiap hari, setiap saat. Sedang kalau untuk lomba, kita perlu melatihnya bertarung di berbagai arena latihan bersama. Kalau terbukti suaranya "tembus" (keras melebihi kerasnya suara rata-rata burung lain) dan bermental bagus (teler habis dari awal sampai akhir) dengan gaya teler yang bagus (ngipas-- ekor kembang-kempis seperti kipas atau nyacah-- gaya teler dengan kepala mengangguk2 beritme cepat), maka kita pelihara burung itu untuk jagoan di arena lomba.
    Sedangkan kalau hanya sebatas gacor tetapi gaya telernya biasa atau hanya teler kalau sendirian misalnya, maka itu cocok untuk burung rumahan.
    Intinya, untuk perawatan, sebaiknya tidak ada beda. Harus sama-sama bagus.
    Percepatan perontokan dengan penambahan EF (biasanya kroto dan ulat hongkong) bisa dilakukan. Cuma saja, ulat hongkong dibatasi jumlahnya (paling 10-15 ekor) dan itupun hanya ulat hongkong yang sudah diberi makan wortel atau daun pepaya.
    Efeknya, burung bisa kegemukan dan kalau sudah kegemukan, sulit sekali menguruskannya lagi. Padahal, burung gemuk biasanya males bunyi.
    Soal cacing, ya pastilah dia akan membuat burung mudah teler karena cacing bergizi tinggi dan merangsang burung untuk selalu bergembira ria (hehehehe....setara daging kambing untuk manusia kali ya.....).
    Kalau kaitannya dengan gembos, saya kira tidak. Cuma, kalau burung terlalu banyak bunyi ketika sendirian. Maka dia akan mudah gembos kalau ditarungkan. Nah kita pilih mana? Kalau kita perlihara burung untuk kicauan di rumah, ya kalau di rumah nggak usaha dikerodong biar bunyi terus. Kalau mau buat lomba, ya kalau di rumah dikerodong terus agar tidak kehabisan stamina ketika lomba karena sudah bunyi terus sehari-dua hari sebelumnya secara terus menerus.
    Kalau burung makan buah jadi kurus itu ya masuk logika sih Mas. Cuma biasanya, pemberian buah harus dibarengi dengan pengurangan jatah pakan lain (vorr-------sumber karbohidrat ataupun EF yang banyak lemaknya spt jangkrik dsb). Kalaupun digelontor buah kok tidak ada pengurangan karbohidrat, ya sama saja bohong.
    Kalau kurang karbohidrat dan cuma banyak mengkonsumsi buah, maka burung bisa cepet kurus.
    Cuma, pengurangan karbohidrat dan EFnya jangan kebangetan, nanti kurang gizi.
    Untuk pengurusan, hal yang paling utama adalah sering memandikan burung di karamba. Dengan mandi di karamba, burung mengeluarkan energi yang besar untuk mengepak2kan dan menggetarkan sayap serta untuk menaikkan suhu tubuh. Jadi itulah sebenarnya, mengapa burung yang sering dimandikan malam hari "relatif" bagus. Sebab, kelangsingan tubuhnya terjaga dan karenanya rajin bernyanyi.
    Begitu dulu ya Mas, moga-moga bermanfaat.

    Tanya (Widodo Tri):
    Sory mas Duto ada pertanyaan yang ketinggalan,
    Kalalu anis merah dimasukkan dalam kandang umbaran ( seperti yg biasa saya lakukan untuk burung-2 fighter ) kira-kira boleh nggak ya? Apakah nanti malah bisa terjadi masalah? Ataukah malah sebaliknya, performannya dan fisiknya malah bagus?


    Jawab (Duto):
    Nggak menjamin jadi bagus Mas. AM itu burung yang relatif peka terhadap perubahan2 kandang, pakan, kondisi dsb. Maunya pengin jadi bagus, bisa-bisa malah jadi jeblok. Terus terang, selama ini belum pernah saya melihat/mendengar ada AM yang diterapi kandang umbaran (untuk meningkatkan stamina dengan cara memaksa dia "berolahraga"). Tapi kalau Anda mau mencobanya, itu sangat bagus.
    Tinggal nanti saya menunggu report-nya. Bagaimana? Hehehehe....
    Salam,
    Duto Solo
    HOTLINE BURUNG KONDISI GAWAT DARURAT: 085 7273 91224 (kalau benar gawat darurat... ya jangan hanya SMS). Kalau sempat silakan mampir blog saya.

  • #2
    Skedar nambahin bahasan om Duto.

    Untuk umbar AM cukup menggunakan kandang CR yg ukuran 60 x 60. Asal jangan lupa kualitas tangkringan jangan berbeda menyolok dengan kandang normalnya.

    Cara ini saya sering terapkan utk brg2 anis yg gemuk/ kualitas bulu kurang atau bahkan stamina. Biasanya cara ini saya pake utk solusi kualitas jemur yg kurang terpenuhi di rumah saya.

    Mohon koreksi

    Wassalam,

    Tidak kemana-mana, ada dimana-mana

    Mohon koreksi rekan-rekan


    Wassalam,

    sigpic

    Janganlah kamu menuntut suatu jabatan. Sesungguhnya jika diberi karena ambisimu, maka kamu akan menanggung seluruh bebannya. Tetapi, jika ditugaskan tanpa ambisimu, maka kamu akan ditolong mengatasinya

    Comment


    • #3
      Originally posted by noekoes_amil
      Untuk umbar AM cukup menggunakan kandang CR yg ukuran 60 x 60. Asal jangan lupa kualitas tangkringan jangan berbeda menyolok dengan kandang normalnya.
      Yang dimaksud kualitas ini sebenarnya lebih pada ukuran yang sama. Misalnya, biasanya si AM pakai tangkringan dengan diameter 2cm, ya kalau dipindah ke sangkar lain maka tangkringannya juga tetap berdiameter 2 cm. Perubahan diameter tangkringan kadang menyebabkan AM ngadat bunyi.

      Salam,
      Duto Solo
      HOTLINE BURUNG KONDISI GAWAT DARURAT: 085 7273 91224 (kalau benar gawat darurat... ya jangan hanya SMS). Kalau sempat silakan mampir blog saya.

      Comment


      • #4
        Setuju dengan ulasan pak Duto. Klo saya biasanya menggunakan 2 tangkringan yg dipasang bawah dan atas ngetrap. Ukuran berbeda utk melatih kekuatan cengkraman kaki skalian latih stabilitas brg (istilahnya biar gak cengeng). Saat pindah kandang gak rewel lagi. Selain itu juga jangan lupa sifat burung anis terutama anis merah cenderung bosen tempat. Sbagai contoh adalah saat beli kita dpt burung super gacor stelah 1 minggu pasti males2an. Saat sering kita ajak jalan akan cenderung stabil tapi klo sperti saya yg males jalan pasti lama2 jadi bisu degh. Nah diakalin dengan rutin mengganti kandang beserta asesoris dalemnya. Alhamdulillah burung gak rewel dan cenderung bandel juga gak mudah bosen tempat.

        Mohon koreksi.

        Wassalam;

        PKM - JJ

        Tidak kemana-mana, ada dimana-mana

        Mohon koreksi rekan-rekan


        Wassalam,

        sigpic

        Janganlah kamu menuntut suatu jabatan. Sesungguhnya jika diberi karena ambisimu, maka kamu akan menanggung seluruh bebannya. Tetapi, jika ditugaskan tanpa ambisimu, maka kamu akan ditolong mengatasinya

        Comment


        • #5
          Originally posted by noekoes_amil
          Setuju dengan ulasan pak Duto. Klo saya biasanya menggunakan 2 tangkringan yg dipasang bawah dan atas ngetrap. Ukuran berbeda utk melatih kekuatan cengkraman kaki skalian latih stabilitas brg (istilahnya biar gak cengeng). Saat pindah kandang gak rewel lagi. Selain itu juga jangan lupa sifat burung anis terutama anis merah cenderung bosen tempat. Sbagai contoh adalah saat beli kita dpt burung super gacor stelah 1 minggu pasti males2an. Saat sering kita ajak jalan akan cenderung stabil tapi klo sperti saya yg males jalan pasti lama2 jadi bisu degh. Nah diakalin dengan rutin mengganti kandang beserta asesoris dalemnya. Alhamdulillah burung gak rewel dan cenderung bandel juga gak mudah bosen tempat.

          Mohon koreksi.

          Wassalam;

          PKM - JJ


          terimakasih atas masukan nya rekan2x KM
          sekarang Anis Merah saya lagi mabung,dan males2x an untuk bunyi.. memang kalo waktu mabung nggak fiit,apa sebaiknya di masukkan ke kandang umbaran ya.....
          buat terapi...... fisik mungkin...?

          apakah sebaiknya begitu rekan2x...
          mohon bimbingannya ,

          tengkyu
          anton solo

          Kalo ciri AM cewean gimana?

          Comment


          • #6
            Kalo gak salah sich, kalo lagi mabung jangan dimasukin kandang umbaran dech, soalnya burung lagi mabung kan butuh energi extra, kalo terbang-terbang melulu kan butuh energi juga, jadi dikhawatirkan tenaganya malah terkuras untuk terbang

            Kalo salah tolong dikoreksi ya

            Comment


            • #7
              Wah, tulisanku jadi masuk milis. Jadi malu nich, Mas! So Mas duto harus bayar royalti dong ke aku.... hee..hee...
              Aku disini pakai nick name singo edan, mas. Nama asli masih tetap nggak berubah. Dan aku belum sempat kirim perkenalan+foto spt mas duto lakukan dan temen-2 yang lainnya. Menyusul dech...
              kembali ke topic...Memang berat memelihara burung yang satu ini. Dibanding burung firghter lainnya, anis ini memang lain daripada yang lain. Ganti kerobong dari warna polos ke batik, jadi kelabakan lalu bulu rontok. Lihat gorden warna pink kelabakan, rontok lagi. Heee..hee... aneh khan? Tapi untung ada pakar spt mas Duto ini. Jadi enjoy dech memelihara. Yang pasti aku selalu inga'...inga'.. thingg..ggg !!! pesan mas duto "Burung adalah penghilang stress kita, bukan malah burung yang bikin kita stress !". Itu yang selalu aku pegang.
              Sedikit cerita tentang kasus anisku tsb, setelah aku coba saran dari mas Duto, burung itu akhirnya ambrol juga. Meski waktunya lama, 4,5 bln !!! Tapi sekarang sudah mulai gacor lagi, cuma telernya di pinggir tangkringan ( hal ini pernah aku tanyakan juga ke mas duto di milis KM ). hee..hee.. tapi malah dikritik mas Duto, katanya yang lain pada bingung gimana bikin anis teler, ini malah bingung gimana bikin anis teler di tengah tangkringan. Mamang manusia tidak pernah puas. Ampun dech, mas !!!
              Dan saat itu ada hal yang terlewat dalam perawatan anis pasca mabung. Menurut info teman, burung anis harus full buah setelah mabung utk menghindari sifat galak yang berlebih. tapi ini tidak aku lakukan, dan memang anisku ini galaknya bukan main. Dg anis lain dia spt ingin bertarung kaya ayam, tetapi kalau dg orang anis ini berlaku spt orang solo ( hee..hee... mksdnya kalem ). jadi gak matok tangan. Katanya ya ini akibat tidak dikasih buah setelah mabung. Gimana mas Duto mengenai info ini ?? Bener nggak ya ?
              SaLaM kM,
              sigpic
              Salam Satoe Djiwa

              Comment


              • #8
                Pertama, soal teler di tengah, belum lama ini saya juga dapat pertanyaan soal itu lagi, Mas. Karena si penanya nggak juga putus asa, maka saya sarankan dia untuk eksperimen sekalian. Saya bilang, "OK. Sekarang tangkringannya dibuat model tangkringan MB, pakai leter T." Maka dipindahlah AM ke sangkar pakai tangkringan T. Eh, si AM ternyata telernya nggak mau di tangkringan, tetapi di bawah dan mepet ke dekat jeruji. "OK. Sekarang bagian dasar sangkar dikasih karet pentil yang dipasang silang2." Maka dia lakukan juga saran saya. Apa yang terjadi? AMnya mau bunyi di tangkringan tetapi tidak mau teler. Nah, pemiliknya stress. Saya? Terbahak2 hahahaha.......
                Akhirnya dilepaslah karet2 dan tangkringan dikembalikan seperti semula. Maka, AMnya pun jadi happy lagi. Bunyi, teler, meski selalu minggir dekat jeruji, dan kalau pas teler kepalanya sering terantuk ke jeruji. Tetapi ternyata hal itu kini malah membuat kawan saya terpingkal2 kalau melihat telernya si AM. "Antik ya?" dia bilang. Maka saya pun menyahut, "Kamu lebih antik........"

                Soal sebab-akibat antara makan buah dan kegalakan, saya tidak tahu persis. Yang jelas, buah diperlukan AM untuk kecukupan serat, vitamin dan mineral. Soal galak, coba sering2 ditrek dengan AM lain agar terbiasa "bersosialisasi" dan tidak usil lagi bila suatu ketika di turunkan di arena.
                HOTLINE BURUNG KONDISI GAWAT DARURAT: 085 7273 91224 (kalau benar gawat darurat... ya jangan hanya SMS). Kalau sempat silakan mampir blog saya.

                Comment


                • #9
                  anis merah

                  Dear KM,

                  gimana mengatasi agar AM tahan teler lama???

                  terima kasih

                  rusdy

                  Comment


                  • #10
                    AM baru

                    Salam kepada para pakar AM
                    saya ini pemula banget ingin bertanya. saya punya AM baru setelah saya barter ama 2 AM lama saya yang nggak bunyi selama 15 bulanan. sampek saya stress peliharanya padahal dulu saya beli harga Rp 350 dan yang satu barter ma wham mei(sudah gacor), tapi ternya ta macet.
                    sekarang yang baru masih muda bunyinyam asih ngeriwik pelan. EF nya saya kasih pisang, apel, pepaya, jangkrik, kroto, cacing bergantian. tapi AM ini nggak mau mandi di bak, gimana caranya mengajarkan mandi di bak?
                    yang kedua kalau bulu sayapnya agak nyisir tapi ada yang baru tumbuh apa perlu di paksa mabung???
                    kalau mancing AM di sejajarkan ama yang bunyi apa nggak takut ngedrop(saya baca tulisan di forum)?
                    untuk pasangan burung AM yang bagus apa???
                    dan pertanyaan terakhir harga AM bunyi awalan brp?? saya mau cari lagi untuk pasangan yang baru ini

                    Comment


                    • #11
                      Mas Duto.... salam kenal ya mas.Mohon pencerahan hal AM saya... yang saya tulis ini apa adanya..... sejak ( kata orang ) salah rawatan disaat mambung sampai hari ini ... belum bisa kembali ke performance awal.... saya sampai malu nanya nanya terus, tapi ini demi hobby... kondisi AM saya benar benar seperti kesetanan... lompat lompat tangkringan / jruji... bunyi ngplong teler.... lompat lagi wuih... jengkel rasanya.... diajak lomba malah .... nggak mau nangkring... ( kata sahabat KM ) over birahi.... nah saat ini om burung saya titipin diperawat.... ( pasar )... sejarahnya gini om... awal makannya kroto krsital merah... jangkrik 4- 4 mandi malam kroto sehari sekali seminggu 2 kali buah dan cacing... terus ngurak.... makanan saya ganti fancy... EF tetap.... habis ngurak bulu bagus 3 bulan saya bawa latber.... wah " nujah ...nujah ... seperti burung kesetanan "... nah sekarang burung saya kasih jangkrik 2 - 1 , buah ... tomat, ktoto stop... tapi ya masih " nujah nujah " enaknya gimana om... mohon bantuannnya... dirawat dirumah sendiri ? terus makan & EF nya bagaimana ... sembah nuwun

                      Comment


                      • #12
                        Setahu sy jangkrik alam yang plg baik untuk brg kita tercinta (tinggi proteinnya) cuman sayangnya susah didapat dan tidak tahan hidup dibandingkan jangkrik ternak, tetapi sy pribadi kalo disuruh milih pasti milih jangkrik alam. CMIW

                        Comment


                        • #13
                          Tanya (Ari Jogja)
                          Mas Doto,
                          Salam kenal dr jogja. Saya mau tanya tentang Anis Merah (AM)
                          Begini , sy pny AM terlalu birahi dan suka makan ekornya sendiri (sampai bulu ekor patah), catatan AM saya tidak kutu-an, Padahal dulu tidak spt itu.Tlng donk kasih solusi ???
                          Thx B4

                          Comment


                          • #14
                            Salam kenal Mas Duto.
                            mohon pencerahannya nih, AM ku sudah 3th ngemplong,volume tembus tebal variasi bagus tapi nggak teler2.
                            saya coba dekatin AM yang teler juga tidak berhasil tapi tetap aja ngempong terus,mandi jemur teratur.
                            saya kerodong 1 bulan tetap ngemplong,dibuka kerodongnya 1bulan tetap aja ngemplong.
                            pusing nih gimana atasinnya mas Duto dan para pakar AM.
                            makasih, tolooooooooooong donk ah.

                            Comment


                            • #15
                              anis mandek

                              salam kenal tuk kicaumania.

                              ada yang bisa bantu saya? please..
                              begini ceritanya. satu bulan yang lalu saya beli AM asal citayam ( katanya sih bunyi ),teman saya bawa dari citayam transit kebekasi dengan mobil ( malam ),besoknya saya bawa dengan motor ke tanjung priok.
                              kenapa sampai rumah tidak bunyi? apakah karena perubahan iklim?
                              sebab didaerah citayam berhawa dingin sdg ditemoat saya suhunya panas ( tanjung priok ).
                              sekarang sudah mulai bunyi tapi jarang sekali ( 1 kali seminggu kadang 2 minggu sekali, itupun pagi hari sekitar jam 6 pagi saat sepi ) belum teler
                              untuk perawatan harian pagi dan malam dimandiin jemur pagi kira2 30 menit.
                              EFnya jangkrik 3 pagi 3 sore cacing 2 pagi sore, buahnya pepaya seminggu 3 kali ( maunya cuma buah pepaya ).

                              Bagaimana caranya supaya bisa cepat rajin bunyi dan teler? mohon bantuannya.

                              terima kasih
                              salam kicaumania

                              Comment

                              Working...
                              X