Announcement

Collapse
No announcement yet.

Misteri BR SRIKAYANGAN

Collapse
This is a sticky topic.
X
X
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts

  • Misteri BR SRIKAYANGAN

    Ini salah satu postingan rekan KMers yang membahas BR SRIKAYANGAN.
    Monggo dilanjut disini, dan siapa saja yang mau diskusi tentang SRIKAYANGAN disini saja, biar makin bagus artikelnya.

    Originally posted by mashio View Post
    maaf ane newby mau usul..
    ane orang deket srikayangan..
    wiring kuning yang dmaksud, trakhir dtemukan 20 tahun lalu oleh BAINI warga gegulu, gulurejo, lendah, KP.juga oleh mas "GEMAX"(g mau dsebut nama n alamtnya)kira2 22 tahun lalu, juga mbahmargo kira2 24 thn lalu warga pergiwatu wetan, srikayangan, sentolo, KP.ketiganya adalah pemikat burung branjangan yang saya kenal...
    karena kebetulan ane juga meneliti legenda mitos BR srikayangan jadi ane sedikit tau info... maaf sebelum nya lok lagi setengah2...
    ........
    BR wiring kuning yang dmaksud adalah BR yang seluruh tubuhnya kuning, parus atas bawah kuning(usia udah tua) tetapi putih (bila masih muda) kaki kuning, kulit juga kuning.BR Srikayangan berkembang biak pada musim kemarau, n menghilang pada musim penghujan, ane juga blum tau menghilangnya kmana... tapi dari penelitian yang ane hinpun n dari nara sumber,,, brangjangn naik gunung pada musim penghujan.
    BRanjangan srikayangan TIDAK PUNAH,masih ada sampe sekarang dhabitatnya, branjangan srikayangan tidak berubah dari dulu sampai sekarang, tetapi memang sekarang warnanya cuma satu jenis "WIDHO". dari beberapa nara sumber sesepuh pemikat yang ane wawancarai, dulu sekitar 20 tahun lalu ada beberapa warna BR srikayangan, "JRABANG(kemerah2an), "KLAWU", "WIRING KUNING", "WIDHO",n masih bnyak jenis, ane lupa g bawa catetan ane... tapi nama itu diambil dari warna2 ayam, karena BR mirip dengan ayam.yang sekarang banyak dtemukan adlah sejenis warna "WIDHO" mbah margo menyebutnya,
    Baini warga gegulu mengtakan, bahwa wiring kuning adalah pranakan dari BR JRABANG x JRabang, ketika 20 tahun lalu dya mengambil anakan BR, ada 3 ekor 2warna JRABANG,1 WIring kuning,dya masih ingat betul BR kala itu djual 25rb, 30rb, n 50 RB untuk wiring kuning.

    ..... Kebetulan ane punya 3 BR aseli bulak srikayangan warna "widho", n ane juga melestarikanya, tetapi 2 BR 1minggu yang lalu dmahari sama orang karena kepepet butuh.
    yng saya teliti mengenai BR srikayangan.... tapi nie blum clear... banyak info sekitar 5thun n 2thun lalu orang melihat BR sri..
    namun tidak bisa dbuktikan secara dokumenter... N banyak mitos yang membicarakan bahwa BR wiring kuning adalah peliharaan dari dewi PERGIWATI,, yang katanya, saya mewawancarai sendiri dengan orangnya. tidak bisa lengket dpulut, n tidak bisa terjerat jaring.
    .....dari sumber2 yang saya peroleh,, saya menyimpulkan, BR sri wiring kuning adalah jenis BR albino,kenapa sekarang jarang dtemukan,, karena jenis albino rentan terhadap penyakit. pola tanam yang sudah dganti,, dari dulu palawija dmusim kemarau sekarang berganti menjadi melon.karena branjangan tidak mau menghuni daerah yang terkontaminasi pestisida, BR sri semakin terjepit populasinya.
    BR Sri tidak punah, n tidak berubah jenisnya dr dulu sampe skrang, BR sri tidak beasar, tidak kecil, kepala menyerupai burung BLACKSROOT, batikan sisik ikan yang g beraturan, kaki panjang, jari2kaki panjang,bila dpanaskan batikan seolah memantulkan cahaya, yang pasti berkarisma.
    .....BR yang berasal dari bulak SRI memang menjadi primadona penghobi BR.tangkapan baru BR SRI bisa menembus angka 500,,
    bila BR sudah ngriwik bisa sampai 750-1000, apalagi kalo sudah plong, g terkira harganya...
    ane sedih BR sri justru malah dimiliki orang dari daerah jauh dr jogja.
    masih bnyak yang ane udah hinpun dari penelitian ane yang dbantu para sesepuh2 pemikat kawasan SRIKAYANGAN,
    n laen waktu ane pengen ngulasnya.....
    Monggo Om Mashio dilanjut ya....
    Last edited by Ony T; 2 September 2011, 08:54 PM.
    [BLINK]BANGGALAH MENJADI SEORANG GURU
    [/BLINK]

  • #2
    aduh makasih banget responnya para suhu2 KMers,
    dkesempatan hari nie, saya akan mengulas mengenai habitat BRSR....
    BR SRIKAYANAGAN yang populer dengan nama WIRING KUNING, Berasal dari nama suatu desa yaitu DESA SRIKAYANGAN, desa srikayangan merupakan desa yang daerahnya merupakan perbukitan batu kapur, dan didaerah utara desa itu merupakan BULAK. yang membedakan BRSR beda dengan yang lain adalah, dimana habitat BR itu ada ddua daerah, yaitu sawaah pada musin kemarau, n dlembah gunung pada musim penghujan.kenapa pada musim kemarau BRSR naik gunung, dari observasi yang ane amati sawah ddaerah bulak srikayangan, kelampok, ngrowo, dst. Penuh dengan air hujan, n dgunakan untuk bertelur jenis ikan lele, wader, wader abang, dst.pada masa awal banjir ada tradisi menangkap ikan secara besar2an dsepanjang sungai "baru klinthing" sungai yang membelah bulak srikayang yang bermuara di sungan progo.
    ada 2 jenis penetasan BRSRI, ddaerah persawahan sama ddaerah lembah gunung, burung yang dkenal dengan suara yang melengking indah, n mudah mengeleper saat menyanyikan lagu2nya kebanyakan BR yang menetas ddaerah persawahan.
    namun BR yang menetas dlembah gunung biasanya anak2anya bersih2, warna beraneka ragam, paruh putih(bila tua jadi kuning).n BR yang menetas ddaerah ini biasanya sulit untuk mengeleper saat bernyanyi, namun warnanya indah, termasuk WIRING KUNING adalah tetasan atas(lembah). pada dasranya semua BR akan turun kesawah pada musimn kemarau n akan naek ke atas pada musim penghujan.sekarang populasi BRSRI sedikit, jadi sangat jarang menemukan BR yang menetas diatas, karena ddaerah sawah masih bnyak tempat yang sangat luas yang tidak dkuasai BR.lain halnya dengan dulu, populasi BR sangat bnyak, jadi populasinya sampai ke daerah lembah pada musim kemarau pun, ini juga merupakan salah satu yang membuat jarang dtemukanya lagi BRSR dengan paruh putih(termasuk WIRING KUING)

    ada yang mau bertanya mengenai BRSRI monggo...
    ane jawab sedalem ilmu yang ane miliki mengenai BRSR.....

    Comment


    • #3

      .... ane nanya ke salah satu leluhur2 pemikat,, ane liatin macem2 BR dari mana2.. tapi yang paling deket pernah dtemukan di bulak srikayangan BR dbawah ini,,, memang g seperti ini tapi warnanya mendekati dengan BR yang berwarna JRAGEM kemerah2an agak tua berbatik merah tua bergradasi hitam.bodinya beda, kepalanya beda, corak batikanya beda. namun warnanya hampir mirip... salah satu yang menjadikan anakan WIRING KUNING adalah indukan yang berwarna mirip dbawah dengan warna JRABANG, atau kemerah2an bercampur orang, kuning, bila binatang jangkrik wanrnya dsebut njrabang, mbang asem.

      Comment


      • #4
        salut buat om mashio , hebat sampeyan om
        ijin nyimak om
        salam BR mania om

        Comment


        • #5
          Om Mashio kalau BR seperti pic diatas belum pernah lihat nich, cakep juga JRABANG kaya nama Jengkerik yaa ?
          Jacky-JQ
          http://www.pinyi.web.id/branjangan

          Comment


          • #6
            Saya pernah ada info dari sesepuh BR jga nich om, tapi saya juga tidak tau apakah info tersebut benar atau salah. Kata orang Srikayangan, disana ada sebuah batu yang sangat besar. Lha BR yang bisa naik ke atas batu tersebut adalah BR Srikayangan, sedangkan BR yang tidak bisa naik diatas batu tersebut adalah wiring kuning. Jadi seperti sebuah mitos bahwa batu tersebut adalah sebuah singgasana yang tidak semua BR mampu menaiki batu tersebut. Lha yang mampu menaiki batu tersebut baru bisa dikatakan BR Srikayangan, sedangkan yang tidak mampu walaupun berasal dari daerah yang sama tidak bisa dikatakan BR Srikayangan. Namun disebut wiring kunig (seperti pengikut BR Srikayangan).


            Maaf kalau salah, saya hanya mendapat info dari seorang saudara di jogja.
            [BLINK]BANGGALAH MENJADI SEORANG GURU
            [/BLINK]

            Comment


            • #7
              Manteb ini, kemarin mudik ke Sentolo, ke Kokap tapi ndak sempet mampir srikayangan he...
              Setelah Transfer Dana ke Rekening KM mohon Informasikan ke saya (0852-30025367)

              Comment


              • #8
                Originally posted by Ony T View Post
                Saya pernah ada info dari sesepuh BR jga nich om, tapi saya juga tidak tau apakah info tersebut benar atau salah. Kata orang Srikayangan, disana ada sebuah batu yang sangat besar. Lha BR yang bisa naik ke atas batu tersebut adalah BR Srikayangan, sedangkan BR yang tidak bisa naik diatas batu tersebut adalah wiring kuning. Jadi seperti sebuah mitos bahwa batu tersebut adalah sebuah singgasana yang tidak semua BR mampu menaiki batu tersebut. Lha yang mampu menaiki batu tersebut baru bisa dikatakan BR Srikayangan, sedangkan yang tidak mampu walaupun berasal dari daerah yang sama tidak bisa dikatakan BR Srikayangan. Namun disebut wiring kunig (seperti pengikut BR Srikayangan).


                Maaf kalau salah, saya hanya mendapat info dari seorang saudara di jogja.
                ... makasih atas infonya ohm...
                ini sangat bagus untuk kajian penelitian saya mengenai BRSR, ini merupakan salah satu mitos juga....
                yang baru saya dapet mitos BRSR, BRSR merupakan peliharaan dari ratu PERGIWATI, ratu tersebut gemar memelihara binatang yang serba kuning yaitu BR WIRING KUNING, sama perkutut wiring kuning(saya lupa sebutan namanya untuk perkutut), BR WIRING KUNING(berwarna kuning keseluruhan, batikan kuning tua) yang sampai saat ini masih dpercaya mitosnya, hanya orang yang "pulung"(pilihan) yang dapat melihat, apalagi menangkapnya.ada seorang yang suka berpuasa, lalu bisa melihat BRSR WK, namun dipulut, tidak bisa lengket dipulut, djaring tidak bisa terjerat.itu masih ada saksi hidupnya.
                ......Batu yang dmaksut, dalam waktu dekat ini akan saya selidiki kbenarnya.....
                memenag batu2 dkawasan gunung gerbong,pergiwatu,srikayangan(deretan pegunungan yang menjadi satu).masih bnyak batu, tuk(mata air) yang sakral n masih dpercaya mitosnya.

                Comment


                • #9
                  -----MITOS YANG SAYA TELITI KEBENARANYA SECARA ILMIAH-----
                  Branjangan dari luar srikayangan(WATES,PURWOREJO,KEBUMEN dll, yang hampir mirip fisiknya, saya belum pernah meneliti bila dari kwasan BR JATIM,baru PROSES,belum tau hasilnya) bila menginjak tanah n minum air srikayangan, karismanya akan muncul.bila BR itu mabung, tumbuh bulunya akan bercorak sama seperti BRSR.... Hampir tidak bisa dbedakan.namun g cuma bentar, harus butuh menahun...
                  dalam hal ini saya menguji kebenarnya,,,
                  Dari hipotesa yang saya simpulkan,
                  kemungkinan air, makanan, tanah, suhu lah yang membentuk karakter BR SR, di lihat dari segi ilmiah.
                  darimanapun BR berasal, bila lama mendiami daerah sawah srikayangan maka postur, tingkah lalu, bulu(adaptasi dengan suhu lingkungan) akan berubah.maka setiap PEMIKAT sesepuh yang saya wawancarai selalu bilang.BRSR TIDAK BERUBAH dari dulu sampe sekarang.cuma warnanya sekarang cuma satu jenis.... ini bahasan mengenai mitos yang dsimpulkan secara ilmiah....
                  ini juga bisa merubah BR yang ada ddalam sangkar.
                  maaf tulisan saya g karuan bhasanya. ini hanya sepontan mengenai yang saya ingat, alias g makek contekan,
                  bsuk kalo sudah kelar penelitianya g cuma saya share, sayajuga cita2 mau membukukanya... hehehe

                  Comment


                  • #10
                    Originally posted by wahjess View Post
                    Manteb ini, kemarin mudik ke Sentolo, ke Kokap tapi ndak sempet mampir srikayangan he...
                    kapan2 mampir aja ohm... kebetulan saya mempunyai beberapa BR yang ASELI 100% tangkepan Bulak srikayangan, saya gunakan obyek penelitian untuk pembanding BR dari luar bulak srikayangan.

                    Comment


                    • #11
                      Originally posted by mashio View Post
                      -----MITOS YANG SAYA TELITI KEBENARANYA SECARA ILMIAH-----
                      Branjangan dari luar srikayangan(WATES,PURWOREJO,KEBUMEN dll, yang hampir mirip fisiknya, saya belum pernah meneliti bila dari kwasan BR JATIM,baru PROSES,belum tau hasilnya) bila menginjak tanah n minum air srikayangan, karismanya akan muncul.bila BR itu mabung, tumbuh bulunya akan bercorak sama seperti BRSR.... Hampir tidak bisa dbedakan.namun g cuma bentar, harus butuh menahun...
                      dalam hal ini saya menguji kebenarnya,,,
                      Dari hipotesa yang saya simpulkan,
                      kemungkinan air, makanan, tanah, suhu lah yang membentuk karakter BR SR, di lihat dari segi ilmiah.
                      darimanapun BR berasal, bila lama mendiami daerah sawah srikayangan maka postur, tingkah lalu, bulu(adaptasi dengan suhu lingkungan) akan berubah.maka setiap PEMIKAT sesepuh yang saya wawancarai selalu bilang.BRSR TIDAK BERUBAH dari dulu sampe sekarang.cuma warnanya sekarang cuma satu jenis.... ini bahasan mengenai mitos yang dsimpulkan secara ilmiah....
                      ini juga bisa merubah BR yang ada ddalam sangkar.
                      maaf tulisan saya g karuan bhasanya. ini hanya sepontan mengenai yang saya ingat, alias g makek contekan,
                      bsuk kalo sudah kelar penelitianya g cuma saya share, sayajuga cita2 mau membukukanya... hehehe
                      Ditunggu update nya, dan semoga buku cepat realese....
                      Kembali ke laptop....
                      [BLINK]BANGGALAH MENJADI SEORANG GURU
                      [/BLINK]

                      Comment


                      • #12
                        Ada Foto2-nya BR Srikayangan g om???
                        Penasaran nih ama yang namanya BR Srikayangan, Maklum selama ini cuman punya BR kecil2 saja

                        Comment


                        • #13
                          Originally posted by Ony T View Post
                          Saya pernah ada info dari sesepuh BR jga nich om, tapi saya juga tidak tau apakah info tersebut benar atau salah. Kata orang Srikayangan, disana ada sebuah batu yang sangat besar. Lha BR yang bisa naik ke atas batu tersebut adalah BR Srikayangan, sedangkan BR yang tidak bisa naik diatas batu tersebut adalah wiring kuning. Jadi seperti sebuah mitos bahwa batu tersebut adalah sebuah singgasana yang tidak semua BR mampu menaiki batu tersebut. Lha yang mampu menaiki batu tersebut baru bisa dikatakan BR Srikayangan, sedangkan yang tidak mampu walaupun berasal dari daerah yang sama tidak bisa dikatakan BR Srikayangan. Namun disebut wiring kunig (seperti pengikut BR Srikayangan).
                          Maaf kalau salah, saya hanya mendapat info dari seorang saudara di jogja.
                          Ini sudah saya dengar bertahun-tahun yang lalu dari seorang Almarhum Pengamat BR merangkap Paranormal diwilayah Bantul berulang-ulang bercerita mengenai "BATU" tersebut.


                          Originally posted by mashio View Post
                          kapan2 mampir aja ohm... kebetulan saya mempunyai beberapa BR yang ASELI 100% tangkepan Bulak srikayangan, saya gunakan obyek penelitian untuk pembanding BR dari luar bulak srikayangan.
                          Alamat-nya mana Om Mashio ? Kalau boleh kapan ada waktu luang tak sowan !


                          Originally posted by mashio View Post
                          Branjangan dari luar srikayangan bila menginjak tanah n minum air srikayangan, karismanya akan muncul.bila BR itu mabung, tumbuh bulunya akan bercorak sama seperti BRSR.... Hampir tidak bisa dbedakan.namun g cuma bentar, harus butuh menahun...
                          dalam hal ini saya menguji kebenarnya,,,
                          Dari hipotesa yang saya simpulkan,
                          kemungkinan air, makanan, tanah, suhu lah yang membentuk karakter BR SR, di lihat dari segi ilmiah.
                          darimanapun BR berasal, bila lama mendiami daerah sawah srikayangan maka postur, tingkah lalu, bulu(adaptasi dengan suhu lingkungan) akan berubah...
                          ini juga bisa merubah BR yang ada ddalam sangkar...
                          bsuk kalo sudah kelar penelitianya g cuma saya share, sayajuga cita2 mau membukukanya... hehehe
                          Ini juga berlaku untuk BR dimanapun dan dari manapun khan Om Mashio, BR yang dipelihara dalam sangkar maka air, makanan, tanah, dan suhu yang membentuk karakter BR sehingga postur, tingkah laku, serta bulu (adaptasi dengan suhu lingkungan) akan berubah seperti yang Anda kemukakan dan sayapun serta beberapa teman meng-AMIN-i-nya.

                          Semoga segera terbit bukunya syukur-2 softcopy jadi bisa dibagi diforum KM tercinta ini
                          Jacky-JQ
                          http://www.pinyi.web.id/branjangan

                          Comment


                          • #14
                            sippp..ada hipotesa, data primer dan sekunder..tinggal analisis regresi dan uji signifikansi..maaf, oom, sy cmn bisa nunggu kesimpulannya...

                            Comment


                            • #15
                              Originally posted by Jacky View Post
                              Alamat-nya mana Om Mashio ? Kalau boleh kapan ada waktu luang tak sowan !
                              haha ini penasaran apa arep mahari haha
                              Setelah Transfer Dana ke Rekening KM mohon Informasikan ke saya (0852-30025367)

                              Comment

                              Working...
                              X