Announcement

Collapse
No announcement yet.

Bayan (Eclectus Parrot)

Collapse
This is a sticky topic.
X
X
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts

  • Bayan (Eclectus Parrot)

    Eclectus parrot,atau masyarakat Indonesia sering mengenal dengan nama Bayan. Ketika pertama kali ditemukan pada 1700-an, paruh bengkok ini sangat indah dan berwarna-warni yang dianggap dua spesies yang terpisah. Eclectus parrot jantan hijau, dengan bagian bawah sayap berwarna merah yang kemudian digunakan sebagai nama umum red-sided parrot, yang masih digunakan sampai sekarang. Betina berwarna merah terang dengan bagian dada biru kobalt. The Eclectus jantan ditemukan pertama kali, tapi satu mengejutkan seratus tahun kemudian sebelum betina itu ditemukan. Ada sembilan subspesies yang diakui.
    Eclectus Parrot juga unik karena bulu mereka; bulu mereka hampir sama dengan keluarga Lory. Karena dari persamaan bulu tersebut dianggap sebagai anggota keluarga Lory.

    Subspecies yang diakui adalah:
    1. Grand Eclectus - Eclectus roratus roratus
    2. Vosmaer's Eclectus - Eclectus roratus Vosmaeri
    3. Tanimbar Island Eclectus - Eclectus roratus riedeli
    4. Cornelia's Eclectus - Eclectus roratus cornelia
    5. Aru Island Eclectus - Eclectus roratus aruensis
    6. Biak Island Eclectus - Eclectus roratus biaki
    7. New Guinea Eclectus - Eclectus roratus polychloros
    8. Solomon Island Eclectus - Eclectus roratus solomonensis
    9. Australian Eclectus - Eclectus roratus macgillivrayi

    1. Grand Eclectus (Eclectus roratus roratus)

    Pemberian nama ras untuk Subspesies Grand Eclectus dibagi menjadi dua ras yang ditemukan di pulau-pulau di Maluku Tengah dan Selatan, termasuk Ambon, Buru, dan Seram.
    Grand Eclcectus juga ditemukan di dua pulau kecil di sebelah timur laut Ambon. Grand Eclectus yang hidup di Seram lebih kecil ukurannya dibandingkan dengan burung yang ditemukan di Ambon. Jantan dari kedua ras adalah sama dan hanya berbeda dalam ukuran, sedangkan betina berbeda dalam warna bulu mereka untuk bagian dada dan bulu di bawah-ekor. Betina yang ditemukan di Pulau Seram memiliki campuran dari bulu dada merah dan lavender mirip dengan subspesies Vosmaeri; betina ini juga memiliki bulu ekor lebih kekuningan di bagian ujungnya. Sedangkan betina yang ditemukan di Ambon lebih besar dan memiliki pemisahan yang tegas antara bulu dada merah dan biru lavender, membentuk garis batas.


    Gambar 1. Betina Seram Grand Eclectus
    (ditemukan pada pulau Seram)


    Gambar 2. Satu Pasang Ambon Grand Eclectus [Uwe Beckedorf Germany]
    (dapat ditemukan pada pulau Ambon dan Buru)


    Gambar 3. Jantan Ambon Grand Eclectus [Uwe Beckedorf Germany]
    (dapat ditemukan pada pulau Ambon dan Buru)


    Gambar 4. Betina Ambon Grand Eclectus [Uwe Beckedorf Germany]
    (dapat ditemukan pada pulau Ambon dan Buru)


    2. Vosmaer's Eclectus (Eclectus roratus Vosmaeri)

    Vosmaer atau Vosmaeri Eclectus adalah jenis paling indah dalam keluarga Eclectus, jika dilihat untuk pertama kalinya betina yang paling mencolok. Mereka dapat ditemukan di Indonesia pada pulau Halmahera, Obi, Bacan dan Sula di Maluku utara. Lebih besar dari Grand Eclectus, keseluruhan penampilan merah Vosmaer lebih pucat dari anggota spesies lainnya, dari warna campuran dada dari pucat merah ke lavender tanpa batas yang pasti, bulu ekor bagian bawah kuning, bulu ekor merah dan akan semakin kuning terang pada ujung ekor.


    Gambar 5. Jantan Vosmaer’s Eclectus [ Aviary research Singapore]
    (Photo by David Taylor)


    Gambar 6. Betina Vosmaer's [Breeding pair-Graham Taylor]


    Gambar 7. Kepala dan Mata Vosmaer’s [ Graham Taylor ]
    (Burung ini mempunyai warna yang indah dan ukuran yang ideal. Bred by Todd Osborne, Victoria.)


    Gambar 8. Betina Vosmaer’s [Uwe Beckedorf, Germany]
    (Vosmaer's Eclectus from the breeding collection of Uwe Beckedorf, Germany)


    Gambar 9. Betina Vosmaer’s [Warna mata]
    (Vosmaer's Eclectus koleksi penangkaran Uwe Beckedorf, Germany)


    3. Tanimbar Eclectus (Eclectus roratus riedeli)

    Kepulauan Tanimbar di Laut Banda adalah rumah subspesies ini, juga dikenal sebagai Riedels 'Eclectus atau Riedeli Eclectus Parrot. Burung ini langka dan baru ada dalam penangkaran sekitar tahun 1990 dan dapat dilihat di taman zoologi dan taman burung yang utama di Spanyol dan Jerman. Tanimbar Eclectus adalah subspesies terkecil kedua. Betina sepenuhnya merah dan tidak memiliki dada biru kobalt seperti anggota lain dari jenis ini. Betina memiliki bulu di bawah ekor kuning dan batas kuning ekor sangat jelas. Jantan subspesies ini juga memiliki batasan ekor kuning yang jelas, membuat subspesies ini termudah untuk mengidentifikasi.


    Gambar 10. Jantan Tanimbar Eclectus
    ( Foto diambil di Taman Burung Walsrode Jerman-Martina Mueller)



    Gambar 11. Betina Tanimbar Eclectus
    ( Foto diambil di Taman Burung Walsrode Jerman


    Gambar 12. Kepala dan Ring Mata Tanimbar Eclectus
    ( Taman Burung Walsrode Jerman-Martina Mueller)



    Gambar 13. Betina Tanimbar Eclectus
    ( Foto diambil di Taman Burung Walsrode Jerman oleh-Martina Mueller)


    Gambar 14. Ekor Kuning Jantan Tanimbar Eclectus
    (Taman Burung Walsrode)


    4. Cornelia's Electus (Eclectus roratus Cornelia)

    5. Aru Island Eclectus (Eclectus roratus aruensis)

    6. Biak Island Eclectus (Eclectus roratus biaki)

    7. New Guinea Eclectus (Eclectus roratus polychloros)

    8. Solomon Island Eclectus (Eclectus roratus solomonensis)

    9. Australian Eclectus (Eclectus roratus macgillivrayi)
    Last edited by mr_rius15; 17 July 2012, 03:58 PM.

  • #2
    mantaff om,,, saya rasa g ada di indonesia kali ya om,,,
    Belajar dari Kesalahan Kemarin
    http://opi.yahoo.com/online?u=ardi_c...g&t=11[%5d

    Comment


    • #3
      Nice info om rius...

      Thanks

      Comment


      • #4
        sharingnya mantaffff
        sigpic
        koleksi Burung saya www.amiexs.blogspot.com

        Comment


        • #5
          Ini burung-burung endemik kep Maluku dari Utara, Tengah hingga Tenggara.
          Kebetulan saya pernah lama tinggal di Ambon jadi cukup tahu dan sering lihat buri-buri hias ini kalo lagi ngeluyur ke hutan ditepi kota/bukit-bukit.

          Biasanya yang berbulu monoton hijau sama penduduk asli disana diburu utk dagingnya, tapi yang monoton merah / dominan merah, khusus ditangkap utk dipiara/diperdagangkan ke seantero negeri. Sampai hari ini pun masih begitu kabarnya. Yang sudah jauh berkurang adalah perburuan kakatua putih dan kakatua putih jambul kuning, kakatua raja dan kakatuan hitam karena BKSDA sangat-sangat ketat 10 tahun belakangan ini.

          Yang favorit yg nuri merah kepala biru dan nuri merah kepala hitam (aka nuri raja). Karena lebih cerdas dibanding species lainnya. Namun kecerdasannya pun lebih ke kecerdasan bicara & teriak ketimbang kecerdasan berkicau.
          Sayang difoto ini tidak tampak gambarnya.

          Kabarnya sudah masuk endagered species dan mulai diawasi ketat oleh BKSDA ketiga provinsi MalRa; MalTeng; MalTra termasuk juga oleh BKSDA Papua Barat & prov. Papua.
          Nyari BR? tilik pola batikan, tilik warna & bentuk paruh, tilik alisnya

          Comment


          • #6
            bagus banget .. bisa dapetin dmn??

            Comment


            • #7
              izin nyimak aja ya gan

              Comment


              • #8
                ikut nyimak ya..

                Comment


                • #9
                  MANGSTABH!!!!!!

                  eksotis bangetzz uy.............hehehehehe....

                  Comment


                  • #10
                    pengen beli bayan niii...
                    ada yg jual g ya?
                    pgn mencoba ternak...

                    Comment


                    • #11
                      Re: Bayan (Eclectus Parrot)

                      ini jenis burung yg DILINDUNGI kah??
                      LOMPO BERE-BERE raih 1001 piagam pd 11 Mei 2014. sang REKOR DUNIA, kenari dari PLANET LAIN.

                      Comment


                      • #12
                        Re: Bayan (Eclectus Parrot)

                        Nice Info Om....

                        Comment

                        Working...
                        X